
InfoJembrana.com | BADUNG- Eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah berdampak fatal terhadap aktivitas penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Otoritas bandara mencatat ribuan calon penumpang kini tertahan di terminal keberangkatan sembari menunggu kepastian jadwal ulang maskapai. Sebanyak lima jadwal keberangkatan menuju pusat transit utama dunia resmi batal akibat penutupan wilayah udara secara mendadak.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 1.618 calon penumpang terdampak langsung oleh situasi darurat yang terjadi sejak Rabu kemarin. Pembatalan ini melibatkan tiga maskapai besar yakni Emirates, Qatar Airways, dan Mahan Air yang melayani rute jarak jauh. Penutupan ruang udara di Iran hingga Uni Emirat Arab membuat koridor penerbangan komersial menjadi sangat berisiko.
Pembatalan dilakukan demi alasan keamanan menyusul meningkatnya konflik, khususnya serangan rudal Iran ke Israel yang menutup ruang udara.
Maskapai Emirates menghentikan dua penerbangan untuk rute kedatangan serta keberangkatan yang menghubungkan wilayah Dubai dan Denpasar secara langsung. Qatar Airways juga mengambil langkah serupa dengan membatalkan dua jadwal penerbangan pada rute Doha menuju Denpasar pulang pergi. Sementara itu, maskapai Mahan Air terpaksa membatalkan satu penerbangan kedatangan dari Teheran menuju Bali karena situasi keamanan.
Pihak pengelola bandara dan maskapai terkait melakukan langkah mitigasi seperti memberikan opsi pengembalian dana atau penjadwalan ulang bagi penumpang.
Personel kepolisian kini melaksanakan pengamanan ketat serta memberikan imbauan kamtibmas kepada para penumpang yang didominasi oleh warga asing. Petugas bandara terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan hak-hak penumpang terpenuhi selama masa tunggu yang belum pasti. Hingga saat ini, penerbangan internasional lainnya selain rute ke Timur Tengah dilaporkan tetap berjalan dengan normal.
“Kepolisian mengantisipasi adanya tumpukan penumpang di area terminal guna menjaga suasana bandara tetap kondusif bagi semua pengguna jasa,” ungkap tutur Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana.
Otoritas bandara menghimbau para calon penumpang untuk selalu memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi milik masing-masing perusahaan maskapai. Pihak Angkasa Pura Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas ruang tunggu yang nyaman bagi mereka yang mengalami kendala jadwal keberangkatan. Situasi geopolitik global ini diharapkan segera mereda agar arus transportasi udara dari dan menuju Bali kembali pulih. (GA/IJN).

