
InfoJembrana.com | JEMBRANA- Pernahkah Anda membayangkan sebuah pulau yang biasanya riuh dengan gelak tawa wisatawan, tiba-tiba berubah menjadi sunyi senyap tanpa satu pun cahaya yang berani berpijar? Maret 2026 bukan sekadar lembaran kalender biasa bagi masyarakat Bali, melainkan sebuah gerbang menuju perjalanan spiritual yang mendalam dan penuh warna. Bagi Anda yang berencana menginjakkan kaki di tanah para dewa bulan ini, bersiaplah untuk menyaksikan harmoni antara keramaian ritual adat dan keheningan total yang menyentuh jiwa.
Petualangan spiritual ini akan diawali dengan pesona Purnama pada 3 Maret 2026, di mana pura-pura akan dipenuhi oleh krama yang bersembahyang di bawah cahaya bulan bulat sempurna. Tak lama berselang, suasana akan semakin terasa magis saat memasuki hari Buda Keliwon Ugu pada tanggal 4 Maret sebagai pembuka rangkaian upacara yang lebih intens. Transisi energi ini sangat terasa di udara, memberikan getaran kedamaian yang unik bagi siapa pun yang sedang menikmati sore di pematang sawah atau tepi pantai.
Puncak yang paling dinanti tentu saja jatuh pada pertengahan bulan, tepatnya saat Hari Raya Nyepi 2026 dirayakan pada 19 Maret mendatang. Sehari sebelumnya, pulau ini akan bergejolak dengan kreativitas pawai Ogoh-ogoh yang megah, namun tepat saat matahari terbit di hari Nyepi, Bali akan “mati” selama 24 jam penuh. Tidak ada aktivitas, tidak ada api, dan tidak ada perjalanan, sebuah momen langka yang justru menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan yang merindukan detoksifikasi dari hiruk pikuk dunia digital.
Setelah melewati hari yang sunyi, Anda akan disambut oleh momen Ngembak Geni dan Hari Bhatara Sri pada 20 Maret 2026 sebagai tanda kehidupan kembali dimulai dengan semangat baru. Pada hari ini, warga biasanya saling mengunjungi untuk memohon maaf atau sekadar menikmati keindahan alam Bali yang terasa lebih segar setelah “beristirahat” sehari penuh. Jangan lewatkan pula keunikan ritual Tumpek Wayang pada 14 Maret yang sangat sakral bagi para seniman dan dalang, sebuah pemandangan budaya yang jarang ditemukan di tempat lain.
Maret akan ditutup dengan rangkaian hari-hari penting seperti Anggar Kasih Dukut pada tanggal 24 serta puncaknya pada 31 Maret melalui tradisi Paid-Paidan. Bagi para pemburu konten media sosial yang menyukai estetika budaya, setiap jengkal prosesi ini menawarkan sudut pandang yang autentik dan penuh makna filosofis. Keberagaman upacara ini membuktikan bahwa Bali bukan hanya tentang pantai yang indah, tetapi tentang bagaimana manusia menjaga hubungan harmonis dengan alam dan Sang Pencipta.
Pastikan Anda mencatat setiap tanggal penting ini agar bisa mengatur jadwal perjalanan dengan lebih praktis dan bijak. Menghargai tradisi lokal saat Nyepi berlangsung adalah kunci agar pengalaman wisata Anda terasa lebih bermakna dan memuaskan. Mari bersiap merasakan kedamaian terdalam yang hanya bisa ditawarkan oleh Bali pada bulan Maret yang istimewa ini. (GA/IJN).

