Sampan Kosong, Nelayan Banyuwangi Ditemukan Mengapung di Perairan Sembulungan

0
40
Petugas mengevakuasi mayat ke RSU Negara, setelah ditemukan mengapung di perairan Sembulungan, Banyuwangi, Minggu 22 Februari 2026 dini hari. Sumber foto : Ist /IJN.

InfoJembrana.com | ​JEMBRANA – Suasana tenang di perairan Sembulungan mendadak gempar pada Minggu 22 Februari 2026 dini hari. Sebuah sampan bernama “Barokah” ditemukan berputar-putar tanpa pengemudi, yang menjadi petunjuk awal ditemukannya sesosok mayat pria yang mengapung di tengah laut.

​Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, membenarkan kejadian tersebut, setelah menerima laporan dari seorang nelayan bernama Riki Hariyanto, warga Pengambengan, sekira pukul 04.15 WITA.

​Kejadian bermula saat saksi Riki dalam perjalanan pulang melaut sekitar pukul 03.30 WITA. Ia menaruh curiga saat melihat sampan Barokah bergerak tidak terkendali di perairan Sembulungan. Setelah didekati, saksi menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar sampan tersebut.

​”Saksi melihat sampan tanpa penumpang. Setelah diperiksa, ditemukan jenazah mengapung. Kru KM Bintang Anugerah kemudian mengevakuasi korban dan menarik sampan tersebut ke Pelabuhan Pengambengan,” ujar AKP I Putu Suparta seizin Kapolres Jembrana.

​Setelah dilakukan evakuasi oleh Satpolairud ke RSUD Negara, tim medis bersama Dokkes dan Inafis Polres Jembrana segera melakukan identifikasi dan pemeriksaan luar. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diketahui identitasnya sebagai, Sunarto (69) seseorang nelayan asal Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur.

​Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Banyuwangi. Saat ini, jenazah masih berada di kamar jenazah RSUD Negara untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here