
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUPRP) tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur di tiga terminal strategis kawasan Gilimanuk. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 serta mendukung sistem digitalisasi retribusi yang akan segera diberlakukan.
Kepala Dinas PUPRP Jembrana, I Wayan Sudiarta, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kenyamanan dan kelancaran arus kendaraan di tiga titik vital, yakni Terminal Manuver, Terminal Penumpang, dan Terminal Kargo.
Pengerjaan dilakukan secara paralel dengan alokasi anggaran dan skema pembiayaan yang berbeda demi efektivitas waktu. Terminal Penumpang: Menelan anggaran sekitar Rp 600 juta, saat ini sudah masuk tahap agregat dan siap diaspal (hotmix) sebagai pintu masuk utama Bali.
Akses Terminal Manuver: Perbaikan akses masuk telah dimulai menggunakan dana pemeliharaan rutin APBD sebesar Rp 200 juta dan Terminal Kargo: Berfungsi sebagai buffer zone (zona penyangga), area ini tengah diuruk dengan anggaran Rp 30 juta guna menampung lonjakan kendaraan saat puncak mudik.
Khusus untuk pengaspalan area parkir dalam Terminal Manuver hingga gerbang pelabuhan, Pemkab Jembrana menempuh jalur kordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
“Kami mengoordinasikan usulan penggunaan dana CSR ASDP. Secara lisan sudah ada sinyal positif, tinggal detail teknisnya saja. Kami targetkan sebelum Idul Fitri sudah rampung agar pelayanan arus mudik maksimal,” ujar Sudiarta, Kamis 19 Februari 2026.
Pemkab Jembrana menetapkan tenggat waktu yang ketat. Seluruh pengerjaan fisik di ketiga terminal tersebut ditargetkan tuntas pada 10 Maret 2026. Hal ini krusial mengingat sistem digitalisasi retribusi terminal dijadwalkan mulai berlaku pada Senin 23 Februari 2026 mendatang.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu meminimalisir kemacetan yang kerap menjadi momok tahunan di ujung barat Pulau Dewata tersebut. CAK/IJN

