Wisata Sore Ramadan 1447 H, Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Jembrana

0
8
Suasana Pantai Delod Berawah ketika sore hari. Nampak jingga menyingsing engan suasana yang syahdu. (invest.baliprov.go.id).

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Masyarakat Kabupaten Jembrana tidak perlu bingung ketika anda sudah antusias untuk berburu suasana sore hari atau ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa tiba. Kawasan ujung barat Pulau Dewata ini menawarkan beragam destinasi menarik mulai dari pesisir pantai hingga pusat kuliner tradisional. Suasana alam yang masih asri serta belum terlalu padat wisatawan menjadikan Jembrana sebagai lokasi favorit untuk menunggu azan Magrib.

Pantai Baluk Rening menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin menikmati embusan angin laut sambil melihat pemandangan matahari terbenam. Destinasi ini menawarkan ketenangan luar biasa bagi pengunjung yang ingin melepas penat setelah seharian penuh beraktivitas menjalankan ibadah puasa. Hamparan pasir hitam yang bersih serta deburan ombak kecil menciptakan atmosfer relaksasi yang sangat sempurna bagi seluruh anggota keluarga. Destinasi pesisir lain seperti Pantai Delod Berawah juga menyajikan pesona serupa dengan fasilitas area bermain yang cukup luas.

Wisatawan yang menyukai olahraga ekstrem dapat mengunjungi Pantai Medewi untuk melihat para peselancar menaklukkan ombak besar yang sangat ikonik. Pesisir Medewi memang sudah terkenal sejak lama sebagai surga bagi para pecinta selancar dari berbagai belahan dunia internasional. Warga lokal seringkali duduk bersantai pada tepian dermaga kayu sambil berbincang ringan menanti datangnya waktu berbuka puasa bersama. Menuju arah barat lagi terdapat kawasan Gilimanuk yang menawarkan sensasi ngabuburit dengan pemandangan lalu lintas kapal feri yang sibuk.

Pusat kota Negara juga memiliki daya tarik tersendiri melalui kawasan Gedung Kesenian Bung Karno atau yang populer dengan sebutan Tower. Masyarakat biasanya melakukan aktivitas jalan santai atau sekadar duduk melingkar pada area lapangan atau parkiran yang sangat tertata rapi. Lokasi ini menjadi titik kumpul paling favorit bagi kaum muda untuk berswafoto dengan latar belakang arsitektur gedung yang megah. Fasilitas publik yang memadai membuat area ini selalu ramai oleh penduduk dari berbagai kecamatan pada setiap sore hari.

Perjalanan berburu takjil kurang lengkap jika tidak mengunjungi sepanjang Jalan Loloan Timur dan Loloan Barat yang legendaris. Kawasan permukiman kuno ini banyak menawarkan berbagai jenis jajanan tradisional khas Melayu Bali yang hanya muncul saat Ramadan. Aroma sedap dari masakan khas seperti sate lilit hingga kue-kue basah mulai menyeruak sejak pukul empat sore hari. Para pedagang kaki lima menata dagangan mereka secara rapi guna memanjakan lidah para pemburu makanan yang datang silih berganti.

Budaya lokal yang sangat kental pada wilayah Loloan memberikan pengalaman spiritual dan sejarah yang sangat bermakna bagi setiap pengunjung. Arsitektur rumah panggung yang masih terjaga keasliannya memberikan nuansa seolah-olah waktu sedang berhenti berputar pada masa lampau. Mengisi waktu sore dengan melihat aktivitas masyarakat di kampung muslim tertua di Bali ini menjadi kegiatan yang sangat edukatif. Jembrana memang berhasil memadukan keindahan alam dengan kekayaan budaya dalam satu paket wisata religi yang sangat menyejukkan hati. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here