Ini Kisah Pilu Suami Kehilangan Istri Pekerja Keras di Rusia

0
186
Suami dan ibu kandung almarhum Ni Made Dwi Arya Wati, saat ditemui di rumah duka Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Mendoyo, Jembrana, Kamis 19 Februari 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | ​JEMBRANA – Suasana duka menyelimuti Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kamis 19 Februari 2026. Ditemui langsung dikediamannya, I Wayan Joki Angga Dipayana (46), suami yang baru saja kehilangan separuh jiwanya, Ni Made Dwi Arya Wati (36), yang berpulang di Rusia saat berjuang memperbaiki ekonomi keluarga.

​Bagi Wayan Joki, almarhumah yang akrab disapa Dek Wati bukan sekadar istri, melainkan sosok pejuang yang tak kenal lelah. Sebelum mengadu nasib ke Negeri Beruang Putih pada Agustus 2025 lalu, Dek Wati adalah tulang punggung keluarga yang lincah. Ia juga seorang koki di lingkungannya sekaligus penjual nasi bungkus di sekolah-sekolah demi dapur tetap mengepul.

​”Tekadnya sangat kuat untuk bekerja ke luar negeri. Tujuan utamanya hanya satu, memperbaiki ekonomi keluarga,” kenang Wayan Joki.

​Takdir terasa begitu getir bagi Wayan Joki. Kabar duka itu justru datang tepat di hari ulang tahun istrinya, 14 Februari 2026. Alih-alih merayakan pertambahan usia melalui sambungan video call, Joki justru harus menerima kenyataan bahwa candaan terakhir mereka tentang rencana makan bersama di Jembrana kini tinggal kenangan.

​Joki menceritakan bahwa sebelum berangkat, istrinya dalam kondisi sehat bugar. Namun, beban kerja dan padatnya pelanggan di Rusia diduga menguras fisiknya. “Beberapa kali memang mengeluhkan capek karena banyaknya pelanggan di sana,” tuturnya.

​Hingga saat ini, penyebab pasti kematian sosok periang itu masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit di Rusia yang dijadwalkan keluar pada Jumat 20 Februari 2026. Ia dan keluarga terus menjalin komunikasi intens dengan kerabat dan agen di sana untuk memastikan kepulangan jenazah.

​”Besok adalah penentuan jadwal pemulangan istri saya ke Bali. Kami hanya berharap ia bisa segera sampai di rumah untuk kami upacarai dengan layak,” harap Joki.

​Kepergian Dek Wati meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi suami dan ibu kandungnya, tetapi juga bagi kedua buah hatinya yang masih remaja, I Putu Deo Pratama (19) dan Ni Kadek Deandra Dewi (15). Kini, keluarga besar di Jembrana hanya bisa menunggu dalam doa, menanti kepulangan sang ibu yang pergi demi masa depan mereka.

Diberitakan sebelumnya, Ni Made Dwi Arya Wati, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru enam bulan mengadu nasib di Rusia, dilaporkan meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu 14 Februari 2026.

​Peristiwa tragis itu terjadi saat almarhumah sedang menjalankan tugas sebagai terapis spa di tempat kerja. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ​pukul 14.00 waktu setempat, almarhumah tiba-tiba jatuh pingsan sesaat setelah turun dari bed pijat usai melayani tamu.

Pada ​pukul 16.26 waktu setempat, setelah dilarikan ke rumah sakit di Saint Petersburg, tim medis menyatakan almarhumah meninggal dunia. Selanjutnya sekitar pukul 22.00 WITA, keluarga di Jembrana menerima kabar pahit tersebut melalui sambungan telepon. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here