Darurat Limbah Pesisir, Koster Instruksikan Sinergi Forkopimda Kelola Sampah di Bali

0
23
Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus se-Bali, Kamis (19/2/2026). (ist).

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi persoalan sampah yang mengancam citra pariwisata Pulau Dewata. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah bersama aparat keamanan dalam menjaga kebersihan ekosistem lingkungan secara menyeluruh. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia guna memastikan Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia.

“Bali mendapat perhatian khusus dari Presiden karena merupakan tujuan wisata dunia sehingga persoalan sampah di pantai harus ditangani secara serius,” ujar Gubernur Wayan Koster di Gedung Wiswasabha.

Pemerintah Provinsi Bali segera mencanangkan Gerakan Bali Bersih Sampah di Sungai, Laut, dan Pantai secara serentak pada awal Maret mendatang. Program ambisius ini melibatkan ribuan personel TNI bersama Polri serta warga desa adat untuk membersihkan tumpukan limbah plastik. Gubernur meminta para bupati dan wali kota mengambil langkah nyata demi melindungi keindahan alam dari kerusakan ekologis jangka panjang.

“Kita tidak hanya menangani sampah di wilayah pantai tetapi juga sampah pada daratan, sungai, hingga danau secara berkelanjutan,” katanya.

Lonjakan volume sampah kiriman seringkali terjadi pada bulan tertentu akibat pengaruh arus laut yang membawa limbah menuju pesisir. Kondisi buruk ini merusak estetika pantai populer seperti Kuta serta menurunkan tingkat kenyamanan para wisatawan mancanegara yang sedang berlibur. Pengelolaan sampah yang terpadu memerlukan sistem penanganan yang jauh lebih terintegrasi mulai dari hulu hingga menuju hilir secara konsisten.

“Gerakan ini harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh komponen masyarakat demi memastikan Bali tetap bersih, tertib, aman, dan nyaman,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga menyoroti penataan kabel telekomunikasi serta pengendalian alih fungsi lahan produktif yang terjadi di wilayah perdesaan. Pertumbuhan ekonomi Bali yang positif harus beriringan dengan penguatan tata kelola lingkungan hidup agar pembangunan tetap berjalan secara seimbang. Pemerintah akan memberlakukan aturan sangat tegas terhadap reklame ilegal guna menjaga estetika wilayah yang menjadi daya tarik utama pariwisata.

“Keberhasilan pembangunan ekonomi harus diiringi dengan penguatan tata kelola lingkungan dan budaya agar Bali tetap kompetitif secara global,” jelasnya.

Seluruh elemen pemerintah kabupaten dan kota berkomitmen mempercepat implementasi program strategis pengelolaan limbah pada wilayah administrasi masing-masing secara efektif. Masyarakat diharapkan mulai memilah sampah dari tingkat rumah tangga guna mempermudah proses daur ulang pada fasilitas pengolahan sampah terpadu. Sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Bali yang asri serta bebas dari polusi sampah plastik.

“Mari kita bergerak bersama untuk memastikan seluruh ekosistem alam Bali tetap terjaga kelestariannya bagi generasi mendatang yang akan datang,” pungkasnya.

Transformasi tata kelola sampah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menjaga martabat Bali sebagai pusat pariwisata berkualitas dunia. Masyarakat harus sadar bahwa kelestarian alam merupakan aset paling berharga yang menjamin kesejahteraan ekonomi penduduk lokal secara jangka panjang. Keberhasilan gerakan ini akan menentukan keberlanjutan ekosistem laut dan daratan yang menjadi urat nadi kehidupan seluruh masyarakat di Pulau Seribu Pura. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here