
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kabar duka menyelimuti Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Mendoyo. Ni Made Dwi Arya Wati, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru enam bulan mengadu nasib di Rusia, dilaporkan meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu 14 Februari 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Suksma Dewi, membenarkan peristiwa memilukan tersebut. Pihaknya kini tengah bergerak cepat untuk mengurus proses repatriasi jenazah dari Saint Petersburg ke tanah air.
Kepergian almarhumah menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga. Pasalnya, Arya Wati diketahui dalam kondisi bugar sebelum kejadian. Ironisnya, ia sempat mengirimkan ucapan “Happy Valentine” kepada rekan-rekannya sesaat sebelum mengembuskan napas terakhir.
Peristiwa tragis itu terjadi saat almarhumah sedang menjalankan tugas profesinya melayani pelanggan di tempat kerja. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pukul 14.00 waktu setempat, almarhumah tiba-tiba jatuh pingsan sesaat setelah turun dari bed pijat usai melayani tamu.
Pada pukul 16.26 waktu setempat, setelah dilarikan ke rumah sakit di Saint Petersburg, tim medis menyatakan almarhumah meninggal dunia. Selanjutnya sekitar pukul 22.00 WITA, keluarga di Jembrana menerima kabar pahit tersebut melalui sambungan telepon.
Kadisnakerperin Jembrana menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Koordinasi intensif dengan KBRI Moskow terus dilakukan guna memastikan hak-hak almarhumah terpenuhi dan prosedur pemulangan berjalan tanpa hambatan.
”Kami mendampingi penuh proses administrasi dan memastikan penanganan PMI kita terlindungi sesuai prosedur. Semoga proses kepulangan ke Jembrana berjalan lancar,” ujar Kadek Mirah.
Di mata keluarga, Arya Wati adalah sosok pahlawan devisa yang gigih dan sangat berdedikasi demi kesejahteraan orang tercinta di kampung halaman. Kini, doa-doa dipanjatkan agar sang pekerja keras dapat segera dipulangkan untuk peristirahatan terakhirnya di tanah kelahiran. CAK/IJN

