
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Menghadapi tantangan ganda arus mudik Lebaran 2026 yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, Polres Jembrana bergerak cepat mematangkan strategi pengamanan. Dalam Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Agung 2026 di ASDP Gilimanuk, Sabtu 14 Februari 2026 terungkap bahwa pengendalian kepadatan akan bertumpu pada sistem pengaturan lalu lintas yang lebih ketat.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan bahwa pola pengamanan tahun ini harus lebih adaptif. Mengingat Nyepi jatuh pada 19 Maret, sementara arus mudik mulai merayap di waktu yang berdekatan, sinergi lintas sektoral menjadi harga mati.
”Sinergitas sejak dini adalah kunci agar arus mudik dan rangkaian Nyepi berjalan aman tanpa gangguan berarti,” ujar AKBP Kadek Citra, dalam keterangan tertulis Senin 16 Februari 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, otoritas pelabuhan dan kepolisian telah menyiapkan tiga langkah antisipatif utama, yakni Optimalisasi Buffer Zone: Terminal Kargo Cekik akan difungsikan sebagai area kanal kendaraan untuk mencegah penumpukan langsung di mulut pelabuhan.
Penerapan Delaying System: Sistem penundaan kendaraan akan diberlakukan secara situasional untuk mengatur ritme arus menuju dermaga agar tidak terjadi stagnasi, serta Kapal Tambahan & Trip Cepat: PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan skema pola operasi “Sangat Padat” dengan menambah jumlah armada kapal dan mempercepat durasi bongkar muat (trip).
Selain teknis penyeberangan, pengamanan juga difokuskan pada jalur prosesi Melasti menjelang Nyepi agar tidak berbenturan dengan arus kendaraan pemudik. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari TNI hingga tokoh adat, telah bersepakat untuk menjaga komunikasi cepat guna merespons dinamika lapangan secara real-time.
Dengan persiapan yang terukur ini, diharapkan masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dan tradisi mudik dengan nyaman meskipun berada dalam dua momentum besar yang bersamaan. CAK/IJN

