Ambil Jalur Lawan, Bus M-Trans dan DeBe Trans ‘Adu Jangkrik’ di Gumbrih

0
13
Dua bus antarprovinsi, M-Trans dan DeBe Trans, terlibat tabrakan 'adu jangkrik' di jalur Denpasar-Gilimanuk KM 61-62, Banjar Serong, Desa Gumbrih, Jembrana, Senin 9 Februari 2026. Sumber foto : istimewa /IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pekutatan, Jembrana pada Senin 9 Februari 2926 sore berujung petaka. Dua bus antarprovinsi, M-Trans dan DeBe Trans, terlibat tabrakan ‘adu jangkrik’ di jalur Denpasar-Gilimanuk KM 61-62, Banjar Serong, Desa Gumbrih. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kecerobohan salah satu pengemudi yang nekat mengambil haluan terlalu ke kanan di tengah cuaca buruk.

Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi, membenarkan peristiwa tersebut. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Dijelaskan, insiden berawal ketika Bus M-Trans yang dikemudikan Risky Setiawan (28) melaju dari arah timur (Denpasar) menuju barat (Gilimanuk) dengan kecepatan sedang.

“Setibanya di lokasi yang merupakan tikungan landai, tiba-tiba datang Bus DeBe Trans dari arah berlawanan yang melambung terlalu ke kanan masuk ke jalur lawan. Tabrakan depan-depan tidak terhindarkan,” ujar Kompol Suarmadi.

Kerasnya benturan menyebabkan kedua bus ringsek pada bagian depan. Bus DeBe Trans bahkan sempat melintang dan menutup akses jalan nasional tersebut.

Pengemudi Bus M-Trans, Risky Setiawan mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung. Korban langsung dirujuk ke RS Negara. Sementara Peni Astriawati (62), penumpang M Trans, mengalami patah tulang pada tangan kiri dan turut dirujuk ke RS Negara untuk penanganan intensif.

Sedangkan, Aris Sugara (Penumpang DeBe Trans, 46 thn), mengalami luka robek pada dagu. Setelah mendapat perawatan medis, korban diperbolehkan pulang dan Kamto Susilo (Sopir DeBe Trans), dinyatakan dalam kondisi sehat tanpa luka berarti.

Pasca-kejadian, personel Polsek Pekutatan di bawah pimpinan Pawas AKP I Gusti Ngurah Kade Dwi Arta Kumara langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan barang bawaan penumpang dan mengatur lalu lintas guna mencegah kemacetan total.

“Kondisi jalan saat kejadian memang sangat licin karena hujan lebat dan pandangan terhalang. Kami mengimbau para sopir untuk lebih waspada, terutama saat melintasi tikungan di cuaca buruk,” tambah Kapolsek.

Proses evakuasi bangkai bus berlangsung hingga larut malam. Arus lalu lintas baru kembali normal sekitar pukul 23.30 WITA setelah kedua kendaraan dipindahkan ke tempat aman. Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh Unit Gakkum Sat Lantas Polres Jembrana. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here