
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Jalur lintas nasional Denpasar-Gilimanuk yang membelah kawasan hutan lindung kini menghadapi ancaman serius. Bukan hanya dari pembalakan liar, namun juga dari tumpukan sampah yang dibuang oleh oknum pengendara yang tidak bertanggung jawab.
Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mencatat fenomena memprihatinkan di mana sampah-sampah rumah tangga hingga barang furnitur sengaja dilempar ke dalam kawasan konservasi. Kepala Resor Gilimanuk, Hery Kusumanegara, mengatakan bahwa posisi jalan umum yang berbatasan langsung dengan hutan memicu maraknya aksi buang sampah sembarangan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh pengguna jalan.
”Karena jalan umum berdampingan dengan kawasan hutan, sampah masuk ke dalam kawasan. Kami menemukan mulai dari plastik, logam, bahkan ada kursi sofa yang dibuang di sana,” ujar Hery, Selasa 3 Februari 2026.
Kehadiran sampah di area yang tidak jauh dari Anjungan Cerdas Konservasi (ACK) ini bukan sekadar masalah estetika. TNBB menekankan beberapa dampak fatal bagi ekosistem, seperti pencemaran permanen, dadi material plastik dan kimia sulit terurai yang merusak kualitas tanah dan sumber air hutan.
Selain itu, ancaman satwa liar yang mengonsumsi plastik yang dapat memicu keracunan hingga kematian dan perubahan perilaku satwa yang mulai meninggalkan insting alaminya dan bergantung pada limbah manusia untuk mencari makan.
Meski pihak TNBB rutin menggelar clean-up setiap pekan dan menjalankan program Visit to School untuk membentuk karakter generasi muda, kesadaran masyarakat di jalan raya tetap menjadi kunci utama.
Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, pihak pengelola akan memperketat pengawasan, memasang papan peringatan tambahan, dan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mengubah perilaku buruk yang merusak lingkungan tersebut. CAK/IJN

