InfoJembrana.com | JEMBRANA- Pasar modal Indonesia sedang mengalami tekanan hebat akibat gelombang aksi jual masif sepanjang pekan terakhir Januari dua ribu dua puluh enam. Indeks Harga Saham Gabungan terjun bebas hingga menyentuh level delapan ribu tiga ratus dua puluh sembilan pada penutupan perdagangan. Para investor institusi luar negeri terus menarik dana mereka dari saham unggulan domestik karena khawatir terhadap stabilitas pasar global.
Dilansir dari berbagai sumber, laporan resmi dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan angka penurunan indeks mencapai hampir tujuh persen dalam kurun waktu lima hari perdagangan. Kondisi ini memaksa otoritas bursa untuk melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan harga saham yang sangat fluktuatif selama jam operasional. Para pelaku pasar melihat fenomena ini sebagai koreksi paling dalam sejak awal tahun karena tingginya tingkat ketidakpastian ekonomi.
Nilai rata-rata transaksi harian justru melonjak drastis hingga menembus angka empat puluh tiga triliun rupiah akibat kepanikan investor. Masyarakat mulai melepas kepemilikan aset mereka secara terburu-buru demi mengamankan sisa keuntungan sebelum harga jatuh lebih rendah lagi. Tren negatif ini diperkirakan masih akan membayangi sentimen pasar modal nasional hingga beberapa pekan mendatang menurut analisis para ahli.
Frekuensi transaksi perdagangan meningkat cukup tajam meskipun volume lembar saham yang beredar mengalami penyusutan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Dinamika pasar yang sangat liar menunjukkan adanya pergulatan besar antara tekanan jual asing dan upaya akumulasi investor domestik. Isu mengenai transparansi pencatatan saham tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan besar para pengelola dana pensiun global.
Langkah pengunduran diri sejumlah pimpinan otoritas jasa keuangan menambah beban psikologis bagi seluruh pemangku kepentingan di pasar modal. Kejaksaan Agung kini mulai turun tangan untuk menyelidiki kemungkinan adanya praktik manipulasi harga di balik anjloknya nilai indeks. Pemerintah berusaha memberikan jaminan bahwa seluruh mekanisme perdagangan tetap berjalan sesuai dengan koridor hukum serta regulasi yang berlaku.
Sejumlah emiten perbankan raksasa segera mengambil langkah taktis dengan mengumumkan rencana pembelian kembali saham pada pasar reguler. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memberikan landasan kuat bagi stabilitas harga saham perusahaan agar tidak terus tergerus tekanan pasar. Para investor ritel mendapatkan himbauan agar tidak melakukan aksi jual dalam kondisi emosional karena dapat merusak strategi investasi jangka panjang.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait sedang merancang reformasi kebijakan bursa untuk meningkatkan kembali standar transparansi kepemilikan saham publik. Fokus utama dari perbaikan regulasi ini adalah untuk mencegah kembalinya praktik saham gorengan yang sangat merugikan bagi investor kecil. Kredibilitas pasar modal menjadi prioritas utama agar aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengamat ekonomi meyakini bahwa pasar modal akan segera menemukan titik keseimbangan baru setelah gelombang koreksi tajam ini berakhir sepenuhnya. Optimisme ini didasari oleh kondisi makroekonomi dalam negeri yang sebenarnya masih menunjukkan daya tahan sangat kuat terhadap guncangan luar. Kerja sama antara regulator dan pelaku industri sangat krusial untuk menjaga momentum pemulihan bursa efek dalam waktu dekat. (GA/IJN).


