
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Festival Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) yang merupakan perdana di Kabupaten Jembrana, mendapat sambutan antusias para peserta dari berbagai lembaga dan pesantren se-Jembrana, Sabtu, 24 Januari 2026 . MQK perdana yang digelar di Pondok Pesantren Thariqul Mahfudz Sumbersari Melaya, juga sekaligus serangkaian Harlah ke 30.
Festival MQK ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sebagai sarana meningkatkan kecintaan santri terhadap kitab kuning sebagai khazanah keilmuan pesantren.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca, memahami, dan menjelaskan isi kitab sesuai dengan cabang lomba yang diperlombakan. Antusiasme peserta, pendamping, serta para dewan juri menambah semarak suasana harlah pesantren yang telah memasuki usia tiga dekade.
Muhibbun Nuha, selaku Wakil Pengasuh PP. Thariqul Mahfudz Sumbersari menyampaikan Festival MQK ini merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam menjaga tradisi keilmuan salaf sekaligus menyiapkan generasi santri yang unggul dan berakhlakul karimah.
“Momentum harlah ke-30 ini kami jadikan sebagai ajang mempererat ukhuwah antar pesantren serta menumbuhkan semangat santri dalam mendalami kitab kuning,” terangnya.
Selain sebagai ajang perlombaan, Festival MQK tingkat Kabupaten Jembrana ini juga diharapkan mampu melahirkan santri-santri terbaik yang nantinya dapat mewakili daerah pada ajang MQK di tingkat yang lebih tinggi.
Hendra Sidratul Aziz, selaku Kasi Pendidikan Agama Islam (Pendis) Kementrian Agama Kabupaten Jembrana menyampaikan tanggapan positif dan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Kabupaten Jembrana yang dipusatkan di PP Pesantren Thariqul Mahfudz Sumbersari.
Festival ini kata Hendra, merupakan langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan pesantren, khususnya dalam penguatan pembelajaran kitab kuning di kalangan santri. Selain itu, tak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter, kedisiplinan dan adab dalam menuntut ilmu.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Festival MQK ini, terlebih dilaksanakan bertepatan dengan harlah ke-30 PP. Thariqul Mahfudz Sumbersari. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan semangat santri dalam mendalami kitab kuning sekaligus mempererat ukhuwah antar pesantren di Kabupaten Jembrana,” harapnya.
Dia juga berharap, kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan, sehingga mampu melahirkan santri-santri berprestasi yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
M. Ali Misdar, selaku panitia menyampaikan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dan kebersamaan seluruh pihak, mulai dari pengasuh pesantren, dewan juri, para pendamping, hingga seluruh lembaga peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
“Alhamdulillah, Festival MQK tingkat Kabupaten Jembrana dapat berjalan dengan lancar. Kami dari Panitia merasa bangga dan terharu melihat antusiasme para santri serta dukungan dari seluruh lembaga yang ikut menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya. Festival MQK bukan semata-mata untuk mencari juara, melainkan sebagai sarana mempererat ukhuwah antar pesantren. ono/IJN

