Komunitas Wiratama Bali Bedah Buku “Bukan Birokrat Biasa”

0
122
Diskusi santai sekaligus bedah buku bertajuk “Bukan Birokrat Biasa” karya Deni Gunawan di TS Coffe Jembrana, Minggu (18/1/2026). Sumber Foto : Istimewa/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Komunitas Wiratama Bali menggelar diskusi santai sekaligus bedah buku bertajuk “Bukan Birokrat Biasa” karya Deni Gunawan di TS Coffe Jembrana, Minggu (18/1/2026). Bedah buku yang digagas kalangan muda Jembrana ini menjadi daya semangat baru bagi gerakan kepemudaan di Pulau Bali.

Buku ini bukan sekadar biografi, melainkan peta perjalanan karier Heru Budi Hartono, sosok nasional yang dikenal berkat integritasnya mulai dari menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) era Joko Widodo hingga amanahnya sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta periode 2022-2024.

Ahmad Wildan selaku Koordinator Wiratama Bali memaparkan, bagaimana Heru Budi Hartono menjadi role model nyata bagi anak muda di tengah hiruk-pikuk dinamika politik ibu kota. Menurutnya, Heru telah membuktikan bahwa ketekunan, kinerja yang terukur, serta komunikasi yang apik adalah kunci untuk menduduki posisi strategis.

“Ini pesan penting bagi kita semua. Keberhasilan Heru Budi Hartono menunjukkan bahwa integritas dan pergaulan positif adalah modal utama untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujar Wildan di hadapan para mahasiswa dan aktivis muda yang hadir.

Kegiatan diskusi bedah buku ini sekaligus menjadi momentum perkenalan Wiratama Bali. Sebagai komunitas yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, ekonomi lingkungan, hingga digital, kata Wildan bahwa Komunitas Wiratama Bali hadir sebagai jawaban atas menurunnya minat organisasi di kalangan gen-Z dan milenial.

Dia juga menjelaskan dalam budaya diskusi dan bedah buku, bukan merupakan hal yang baru bagi Komunitas Wiratama. Dibentuk dua tahun lalu di Jakarta, komunitas ini, mulai mengepakkan sayapnya secara nasional. Bali menjadi salah satu titik ekspansi strategis untuk menjaring bakat-bakat muda yang ingin berkolaborasi dalam gerakan sosial yang konkret.

Selain itu, Wildan juga mengatakan kehadiran Wiratama disambut antusias oleh pemuda Jembrana. Diskusi berkembang tidak hanya membahas buku, tetapi juga menyentuh solusi nyata atas masalah lokal di Bali, seperti isu banjir dan pengelolaan sampah yang kian mendesak.

Para peserta optimis bahwa dengan jaringan Wiratama yang berjenjang dan terstruktur, anak muda tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari solusi di tengah dinamika daerah.

“Kami berharap Wiratama bisa membawa warna baru dan melibatkan semua pihak untuk agenda-agenda selanjutnya. Kami butuh wadah yang tidak hanya bicara, tapi bergerak,” ujar Azmi salah satu peserta diskusi. ONO/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here