
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di KM 112-113, Banjar Pangkung Dedari, Desa Melaya, Jembrana pada Kamis sore 15 Januari 2026. Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah gagal mengendalikan kendaraannya saat menghindari genangan air di tengah guyuran hujan deras.
Dari informasi, peristiwa maut tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WITA. Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, mengungkapkan, bahwa kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha Aerox bernomor polisi H 5826 EG, dikendarai Rico Zefanya Mahendra (20) dan truk Mitsubishi Colt Diesel DK 8076 WF, dikemudikan Supriadi,(46), asal Lelateng, Negara.
Peristiwa bermula saat Rico melaju dari arah Gilimanuk, menuju Denpasar. Setibanya di lokasi kejadian yang kondisinya licin akibat hujan lebat, korban mencoba menghindari genangan air di sisi kiri jalan dengan banting setir ke kanan.
”Saat menghindari genangan, motor korban mengalami selip. Pengendara terlempar ke jalur berlawanan, sementara motornya terseret di jalurnya sendiri,” ujar Kompol I Ketut Sukadana.
Naas, pada saat yang bersamaan muncul truk dari arah berlawanan (timur ke barat). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat terhindarkan. Tubuh korban masuk ke kolong truk dan terlindas oleh kendaraan berat tersebut.
Akibat benturan keras tersebut, Rico Zefanya Mahendra yang berasal dari Buleleng ini mengalami luka berat di bagian kepala (CKB), robek kepala kanan, serta pendarahan hebat dari hidung dan mulut. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP).
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti. Kasus ini kini ditangani oleh unit laka lantas Polres Jembrana untuk penyelidikan lebih lanjut. CAK/IJN

