
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Menghadapi tantangan ganda pada momen Idul Fitri 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengambil langkah tegas. Dalam Rapat Koordinasi Awal Operasi Ketupat 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa 13 Januari 2026, Kapolres mendesak PT ASDP untuk segera melakukan uji coba pola pengamanan terpadu.
Kapolres menegaskan bahwa simulasi dan uji coba bersama instansi terkait harus sudah terlaksana paling lambat tiga minggu sebelum hari raya. Hal ini krusial mengingat potensi lonjakan arus mudik yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
”Kondisi Lebaran tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena beririsan dengan Nyepi. Dibutuhkan sinergi dan kesiapan awal untuk menjamin keamanan dan kelancaran penyeberangan,” tegas AKBP Kadek Citra Dewi.
Selain uji coba pola pengamanan, Kapolres memberikan instruksi khusus terkait infrastruktur pelayanan pemudik. Ia mendorong optimalisasi penyediaan buffer zone (area penyangga) guna mencegah penumpukan kendaraan di jalur utama menuju pelabuhan.
Tak hanya itu, penggunaan sistem public address atau pusat informasi suara di area pelabuhan diminta untuk lebih dioptimalkan guna memberikan panduan yang jelas bagi para pemudik.
Manager Usaha PT ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah, menyambut baik instruksi tersebut. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 16–18 Maret 2026. Untuk mendukung kelancaran, kepolisian juga menekankan penataan tenda bagi pemudik motor hingga area Patung Buddha dan pengawasan ketat terhadap gerai tiket daring agar tidak terjadi praktik pungli atau prioritas ilegal di lapangan.
Melalui langkah proaktif ini, Polres Jembrana berkomitmen memastikan Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu gerbang utama Bali-Jawa tetap kondusif selama masa Operasi Ketupat 2026. CAK/IJN

