Tanpa Identitas, Enam Anak Jalanan Dipulangkan ke Jawa

0
107
Petugas gabungan mengamankan sebanyak enam anak jalanan asal Jawa Timur yang hendak mengadu nasib ke Denpasar terpaksa dipulangkan melalui Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu 7 Januari 2026 pagi. Sumber foto : istimewa /IJN.

InfoJembran.com | JEMBRANA – Ketegasan pintu masuk Bali kembali diuji. Sebanyak enam remaja asal Jawa Timur yang hendak mengadu nasib ke Denpasar terpaksa dipulangkan melalui Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu 7 Januari 2026 pagi. Langkah ini diambil setelah mereka terjaring penertiban karena tidak mengantongi identitas diri maupun bekal biaya yang cukup.

Lurah Gilimanuk, IB Tony Wirahadikusuma, menjelaskan bahwa keenam anak jalanan tersebut ditemukan sedang bermalam di depan Kafe Bosky sekitar pukul 02.30 WITA. Berdasarkan data di lapangan, kelompok ini terdiri dari lima warga Surabaya dan satu warga Gresik dengan rentang usia antara 13 hingga 22 tahun.

“Setelah kami berikan pembinaan di Kantor Lurah, mereka langsung kami giring ke pos pemeriksaan KTP untuk pendataan lebih lanjut,” ujar Tony Wirahadikusuma.

Pemulangan ini dikawal ketat oleh tim gabungan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Linmas. Keberadaan mereka dinilai berpotensi memicu masalah sosial di Bali, mengingat tujuan mereka ke Denpasar tidak didukung oleh persiapan administrasi maupun finansial yang layak.

Di sisi lain, insiden ini memicu kritik keras dari pihak Kelurahan Gilimanuk terhadap sistem pengawasan di pelabuhan. Tony meminta instansi terkait, khususnya ASDP, untuk mengevaluasi prosedur pembelian tiket penyeberangan.

“Berdasarkan pengakuan mereka, tiket bisa dibeli hanya dengan menyebutkan nama tanpa verifikasi kartu identitas. Ini harus dievaluasi agar lebih selektif,” tegasnya.

Ia berharap sinergitas antar-instansi dapat diperkuat guna mencegah masuknya penduduk tanpa identitas yang dapat mengganggu ketertiban umum di Pulau Dewata. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here