Heboh ‘Jasa Keset’ Gilimanuk, ASDP Tegaskan Bukan Pungli

0
190
Seorang petugas jerambah kapal yang terekam kamera HP saat meminta uang jasa keset kepada pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. Sumber foto : istimewa /IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh beredarnya video berdurasi 17 detik yang merekam dugaan aksi pungutan liar (pungli) terhadap pengguna jasa di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Dalam rekaman tersebut, seorang pengemudi mobil mempertanyakan biaya tambahan sebesar Rp4.000 yang disebut petugas darat sebagai biaya “jasa keset”.

Peristiwa yang terjadi di area Dermaga LCM (Landing Craft Machine) ini memicu reaksi publik. Berdasarkan penelusuran, oknum yang meminta uang tersebut dipastikan bukan pegawai PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Mereka merupakan kelompok penyedia jasa angkat jerambah, bantuan teknis agar kendaraan lebih mudah naik ke atas kapal, yang menyertakan karcis bertuliskan “Jasa Angkat Jerambah”.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, langsung memberikan klarifikasi terkait polemik ini. Ia menegaskan bahwa operasional kelompok tersebut berada di luar struktur resmi ASDP.

“Sudah dilakukan tindak lanjut terkait keberadaan petugas jerambah tersebut. Kami tegaskan mereka bukan bagian dari ASDP dan saat ini pungutan jasa dimaksud sudah tidak ada,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Meski operasional tersebut diklaim telah dihentikan, pihak ASDP masih terus melakukan penelusuran mendalam di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan legalitas organisasi penyedia jasa tersebut guna menghindari praktik pungutan yang dapat meresahkan para pengguna jasa penyeberangan di masa mendatang. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here