Rahasia Desa Gumbrih: Dari Ladang ‘Emas Putih’, Cokelat hingga Ekspedisi Sungai Eksotis

0
53
Ilustrasi Desa Gumbrih. Gambar hanya Ilustrasi dari potensi wisata alam desa di ujung timur Jembrana.

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Aroma harum kayu bakar yang mengepul dari tungku perebusan garam tradisional berpadu dengan manisnya aroma fermentasi cokelat murni yang mendunia di udara Desa Gumbrih. Di ladang ‘Emas Putih’ ini, setiap butir kristal “garam bunga pasir” yang gurih dan setiap bar cokelat murni ChoJaensan bercerita tentang ketekunan warga lokal menjaga warisan sejak puluhan tahun silam. Bagi Anda yang mendambakan pelarian santai, Gumbrih menawarkan lebih dari sekadar pemandangan; ia menawarkan rasa autentik yang lahir langsung dari pelukan bumi Jembrana.

Petualangan Anda di sini bisa dimulai dari Warung Segara Madu. Terletak tepat di bibir pantai yang menawan, tempat ini menjadi titik kumpul bagi mereka yang haus akan tantangan. Pokdarwis Sarga Nitya telah menyiapkan lintasan ATV yang menantang, mulai dari trek kering berdebu hingga trek basah yang berlumpur. Sambil memegang kemudi, Anda akan diajak melintasi persawahan hijau, kebun cokelat yang rimbun, hingga menyusuri tepian sungai yang menawarkan pemandangan pedesaan asli Bali yang belum terjamah polusi.

Manisnya Cokelat ChoJaensan dan Keajaiban Sungai Setelah puas menguji nyali, saatnya menenangkan diri di Taman Wisata Air Gumbrih. Dengan jukung tradisional, Anda bisa menyusuri Tukad Pangyangan sejauh dua kilometer. Suasananya begitu eksotis; pohon kelapa menjulang tinggi menjadi perindang alami, sementara kicauan burung liar menjadi musik pengiring yang syahdu. Di sela perjalanan, jangan lewatkan kunjungan ke pabrik cokelat ChoJaensan. Inilah satu-satunya tempat di Bali yang mengolah biji kakao murni tanpa pengawet melalui fermentasi tujuh hari hingga menembus pasar internasional.

Kristal Putih “Bunga Pasir” yang Melegenda Gumbrih juga menyimpan harta karun berupa “emas putih” yang kini tengah menuju pengakuan dunia sebagai Indikasi Geografis (IG). Garam Gumbrih bukan sekadar penyedap rasa. Sejak 1963, para petani garam di sini mengumpulkan “bunga pasir”—kristal garam alami dari pasang surut air laut—untuk kemudian direbus menggunakan kayu bakar. Hasilnya adalah garam putih bersih dengan kadar kemurnian 97,72% dan rasa gurih yang khas. Melihat proses produksinya secara langsung akan memberikan Anda perspektif baru tentang betapa berharganya setiap butir garam di meja makan kita.

Kemandirian Desa Berbasis Tri Hita Karana Semangat kemandirian desa ini digerakkan oleh pemuda lokal yang tergabung dalam Pokdarwis Sarga Nitya. Dengan memegang teguh filosofi Tri Hita Karana, mereka menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, alam, dan sesama. Tak hanya menyediakan pemandu yang ramah bagi turis internasional, desa rintisan ini juga sudah dilengkapi fasilitas free WiFi dan pusat informasi turis yang cerdas. Bahkan, bagi pecinta lingkungan, Gumbrih menjadi pusat konservasi reptil Bali guna mencegah kepunahan satwa eksotis pulau ini.

Berkunjung ke Gumbrih adalah perjalanan menyeluruh untuk panca indera Anda. Dari getaran mesin ATV, sejuknya air sungai, hingga gurihnya garam tradisional dan manisnya cokelat murni, semua terangkum dalam paket 1 Day Trip yang memuaskan. Jadi, siapkah Anda meninggalkan jalur utama sejenak dan menjemput harmoni petualangan di Desa Gumbrih? (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here