Krisis Siswa, Sembilan SD di Jembrana Terancam Regrouping, Dinas Sosialisasi

0
221
SDN 5 Batuagung, Jembrana yang jumlah siswa kurang dari 70 orang, sempat menuai penolakan dari orangtua siswa untuk diregrouping. Sumber foto : istimewa/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana kini tengah melakukan evaluasi serius terhadap sembilan sekolah dasar yang tersebar di lima kecamatan. Langkah ini diambil menyusul tren penurunan jumlah siswa yang signifikan selama tiga tahun terakhir, yang memaksa pemerintah mempertimbangkan opsi penggabungan sekolah atau regrouping.

Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, mengungkapkan bahwa kriteria utama evaluasi ini adalah sekolah dengan jumlah siswa di bawah 70 orang. Kondisinya cukup memprihatinkan; salah satu sekolah tercatat hanya memiliki total 44 siswa, sementara di SDN 5 Penyaringan, terdapat ruang kelas yang kosong karena tidak mendapatkan siswa baru pada tahun ajaran lalu.

“Evaluasi kami lakukan pada sekolah yang keterisian siswanya cenderung menurun dan tidak maksimal selama minimal tiga tahun berturut-turut,” ujar Anom Saputra, Senin 22 Desember 2025.

Meski wacana penggabungan ini sudah menggelinding, Anom menekankan bahwa saat ini prosesnya masih dalam tahap evaluasi dan sosialisasi kepada pihak sekolah, komite, dan pemerintah desa setempat.

Namun, langkah ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di SDN 5 Batuagung, muncul penolakan dari sejumlah orang tua siswa. Menanggapi hal tersebut, Anom menilai adanya salah paham di tingkat akar rumput.

“Kami sudah tekankan bahwa ini bukan langsung dieksekusi, melainkan masih tahap sosialisasi awal. Ada permintaan dari orang tua untuk menunda hingga melihat hasil penerimaan siswa baru tahun depan, dan itu menjadi bahan pertimbangan kami,” tambahnya.

Data sekolah dalam evaluasi, total 9 SD di 5 Kecamatan. Kriteria utama, siswa kurang dari 70 orang dan tren menurun selama 3 tahun. Kondisi terendah, satu sekolah hanya memiliki 44 siswa secara total.

“Ini tahap sosialisasi dan koordinasi lintas sektor (Sekolah, Komite, Desa),” tukasnya.

Langkah regrouping ini diharapkan dapat menjadi solusi atas ketidakefisienan operasional sekolah akibat minimnya peserta didik, guna menjamin kualitas pendidikan yang lebih merata bagi siswa di Jembrana. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here