InfoJembrana.com | JEMBRANA– Siapa sangka, di balik deretan pohon kelapa yang menjulang di pesisir Jembrana, tersimpan sebuah rahasia besar yang bahkan tercatat di peta kuno Belanda? Lupakan Kuta yang riuh atau Canggu yang padat. Kali ini, kita akan melompat ke Desa Cupel Jembrana, sebuah titik di mana waktu seolah berhenti berputar di bekas pelabuhan utama abad ke-19. Tapi jangan salah, Cupel bukan sekadar museum terbuka; desa ini adalah dapur masa depan bagi para pencinta inovasi kuliner, mulai dari kecap ikan buatan tangan hingga manisnya Coco Jelly yang memanjakan lidah.
Menguak Sejarah Pelabuhan Utama Jembrana Langkah pertama di Desa Cupel akan membawa Anda kembali ke masa lampau. Sejarah mencatat, Cupel pernah menjadi pelabuhan utama di Jembrana pada abad ke-19. Keberadaannya bahkan tercatat jelas dalam peta kolonial Belanda. Fakta ini menjadikan Cupel sebagai saksi bisu perkembangan ekonomi dan perdagangan di Bali Barat. Potensi Sejarah Pelabuhan Bali ini sangat kuat. Bagi para traveler yang menyukai jejak-jejak masa lalu, Cupel menawarkan narasi sejarah yang menarik untuk digali. Anda bisa membayangkan kapal-kapal dagang berlabuh di sini, membawa rempah-rempah dan komoditas lain dari seluruh penjuru Nusantara.
Surga Budidaya Komoditas Laut dan Inovasi Produk Beranjak dari masa lalu, Cupel saat ini adalah surga bagi budidaya perikanan. Desa ini sangat potensial untuk mengembangkan komoditas laut dan air payau. Dari Budidaya Ikan Kerapu yang menjanjikan, hingga Udang Windu, Udang Putih, Udang Panemi, dan Bandeng yang kaya nutrisi. Air payau di sini sangat ideal untuk jenis budidaya ini.
Yang menarik, semangat inovasi juga tumbuh subur di desa ini. Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Itera turut berperan aktif. Mereka membantu mengembangkan produk olahan perikanan, salah satunya adalah Kecap Ikan. Inovasi ini menambah nilai jual hasil tangkapan nelayan. Ini juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga.
Manisnya Coco Jelly dari Kebun Kelapa Tak hanya laut, daratan Cupel juga menyimpan potensi yang manis. Desa ini memiliki perkebunan kelapa yang subur. Mahasiswa KKN juga melihat peluang ini. Mereka mengembangkan produk turunan kelapa seperti Coco Jelly. Produk olahan ini menambah daftar panjang potensi agro-industri desa.
Pengembangan produk-produk lokal ini menunjukkan visi jauh ke depan. Visi ini adalah meningkatkan nilai tambah hasil bumi dan laut. Hal ini sejalan dengan pembangunan pelabuhan perikanan yang diharapkan berdampak positif pada ekonomi desa. Desa Cupel Jembrana adalah contoh nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat.
Pariwisata Terpadu: Sejarah, Bahari, dan Agrowisata Gabungan antara potensi sejarah, bahari, dan pertanian membuat Cupel unik. Desa ini menawarkan peluang pengembangan wisata terpadu. Anda bisa memulai hari dengan menelusuri jejak pelabuhan kuno. Kemudian, Anda bisa belajar tentang Budidaya Ikan Kerapu yang modern. Jangan lupa mencicipi Kecap Ikan atau Coco Jelly yang inovatif.
Malam harinya, nikmati suasana pesisir yang tenang. Saksikan matahari terbenam yang memukau. Semua ini menjadikan Cupel destinasi yang lengkap. Desa Cupel Jembrana memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Potensi ini berasal dari kekayaan sejarahnya, sumber daya alam laut, dan pertaniannya. Kreativitas dalam pengembangan produk lokal juga menjadi pendorong utama. Jadi, saat ke Jembrana, jangan lewatkan kesempatan menjelajah desa yang kaya cerita ini. (GA/IJN).


