Sakit Tak Kunjung Sembuh, Warga Banyubiru Nekat Gantung Diri

0
66
Warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, dikejutkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang warga setempat berinisial I PUtu W (51). Korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di palang bangunan garasi rumahnya pada Rabu 17 Desember 2025 siang. Sumber foto : istimewa /IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, dikejutkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang warga setempat berinisial I PUtu W (51). Korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di palang bangunan garasi rumahnya pada Rabu 17 Desember 2025 siang.

Kapolres Jembrana melalui Kasi Humas Polres Jembrana, IPDA Putu Budi Arnaya, membenarkan kejadian tersebut berdasarkan laporan dari Polsek Negara. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh menantunya sendiri, Ni Ketut DW, sekitar pukul 14.00 WITA.

“Saksi baru saja kembali dari rumah asalnya di Kaliakah. Saat memasuki rumah, ia mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di palang kayu sisi timur garasi,” ujar IPDA Putu Budi Arnaya, saat dikonfirmasi, Kamis 18 Desember 2025.

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir terlihat pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA sedang duduk santai di bale garasi. Namun, saat rumah dalam keadaan sepi, diduga korban melakukan aksi nekat tersebut. Pihak keluarga dibantu warga sekitar kemudian menurunkan korban, namun kondisi tubuh korban dilaporkan sudah kaku dan tidak bernyawa.

Tim Inafis Polres Jembrana bersama tim medis dari Puskesmas 1 Negara dan Si Dokkes Polres Jembrana langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar. Hasil pemeriksaan menunjukkan, terdapat luka jejas jeratan tali di leher., ditemukan luka abses pada kaki kanan korban akibat penyakit yang dideritanya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain pada tubuh korban.

“Dugaan kuat motif korban melakukan aksi bunuh diri adalah karena depresi akibat penyakit kencing manis (diabetes) yang dideritanya tak kunjung sembuh,” tambah IPDA Budi Arnaya.

Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah murni. Mereka secara resmi menolak dilakukan proses otopsi lebih lanjut dengan menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi di hadapan petugas.

Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk prosesi penguburan sesuai dengan adat setempat. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here