Miris! Jembatan Bambu Nyaris Ambruk Jadi Akses Puluhan Siswa dan Warga Pendem

0
139
Sejumlah warga dan murid melintas di Jembatan bambu yang nyaris ambruk di Lingkungan /Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Selasa 3 Desember 2025. Sumber foto : istimewa /IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Akses vital belasan kepala keluarga (KK) dan siswa di Lingkungan /Kelurahan Pendem, Jembrana, berada di ambang bahaya setiap harinya. Mereka terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi jembatan bambu rapuh yang sudah miring dan rawan ambruk, karena ini adalah satu-satunya jalan keluar masuk pemukiman.

Sekitar 15 KK lebih bergantung pada jembatan usang ini, termasuk siswa sekolah yang menggunakannya setiap hari. “Kalau dibilang takut ya takut. Tapi mau bagaimana lagi,” tutur Komang Agus Suriyadi, seorang warga, yang berharap jembatan dapat segera diperbaiki agar minimal aman dilalui pejalan kaki.

Ketakutan itu bukan tanpa alasan. Siswi SMP, Komang Wirantini, mengungkapkan bahwa mereka harus menyeberang secara bergantian demi mencegah jembatan itu roboh. Ancaman isolasi juga nyata. Jika sungai meluap dan banjir, jembatan ini sering hanyut, membuat warga termasuk anak-anak sekolah terpaksa menyeberang sungai atau bahkan terisolasi total.

Meskipun awalnya dibangun sudah lebih dari 10 tahun dan berulang kali hanyut terbawa banjir, warga harus terus membangun ulang jembatan ini secara swadaya. Kepala Lingkungan Pendem, Nyoman Nala, mengaku sudah berulang kali mengusulkan bantuan perbaikan kepada pemerintah, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Warga sangat berharap pemerintah bisa membantu membangun jembatan permanen agar aktivitas warga bisa lebih lancar,” pungkas Nala, mengingat mereka telah menghabiskan hampir semua persediaan bambu di sekitar sungai demi mempertahankan akses tunggal ini.

Disisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Kabupaten Jembrana adalah I Wayan Sudiarta mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kondisi jembatan bambu yang menjadi akses viral puluhan warga tersebut.

“Karena kami belum mendapat laporan, kami akan cek langsung ke lokasi kalau memang layak dan diperlukan akan dibuatkan perencanaan,” ujarnya. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here