Sejarah Desa Cupel, Dari Hutan Belantara Menjadi Gerbang Transportasi Bali-Jawa

0
294
Ilustrasi DEsa Cupel di Kecamatan Negara, Jembrana.

InfoJembrana.com | JEMBRANA– Pernahkah kamu penasaran dengan sebuah desa yang menyimpan kisah lintas pulau? Desa Cupel di Kecamatan Negara, Jembrana, adalah jawabannya. Desa ini bukan hanya sekadar permukiman, namun juga saksi bisu jalur penghubung penting. Mari kita telusuri bersama jejak emas sejarah Desa Cupel Jembrana yang tersembunyi.

Awal Mula Cupel: Kisah Hutan yang Menjelma Rumah

Jauh sebelum ramai seperti sekarang, Desa Cupel hanyalah hutan belantara yang sunyi. Sekitar abad ke-17, kisah awal permukiman permanen di sini pun dimulai. Beberapa orang mulai membuka lahan dan menjadikannya tempat tinggal baru. Perlahan tapi pasti, hutan itu berubah menjadi desa yang hidup.

Cupel kemudian mengalami perkembangan pesat pada abad ke-19. Keberadaannya semakin penting dan tercatat dalam sejarah lokal. Jembrana kini memiliki permukiman yang semakin berkembang di sisi barat.

Pelabuhan Tua yang Melegenda di Peta Belanda

Tahukah kamu, Desa Cupel pernah menjadi salah satu pelabuhan utama di Jembrana? Ini terjadi pada era abad ke-19, menjadikannya sangat strategis. Cupel bersanding dengan dua pelabuhan besar lain, yaitu Candi Kusuma dan Pengambengan.

Bahkan, jejak kejayaannya pun terekam jelas dalam peta kolonial Belanda. Peta yang dibuat pada tahun 1853 itu mencantumkan namanya. Ejaan yang tertulis saat itu adalah “Tjoepel,” merujuk Pelabuhan Cupel. Ini membuktikan bahwa Cupel sudah sangat dikenal sejak lama.

Rute Transportasi Penting Menghubungkan Dua Daratan

Peran Desa Cupel semakin vital pada masa Hindia Belanda. Kegiatan transportasi penumpang di Pelabuhan Teluk Bunter saat itu dipindahkan. Tujuannya adalah Pelabuhan Cupel yang lokasinya sangat strategis. Pengalihan ini dilakukan demi memperpendek rute penyeberangan yang ada.

Pelabuhan Cupel lantas menjadi gerbang utama penyeberangan Jawa-Bali. Rute penyeberangan ini menghubungkan Cupel dengan Pelabuhan Boom di Banyuwangi. Jalur ini menjadi urat nadi pergerakan orang dan barang.

Kegiatan pelayaran Banyuwangi-Cupel sudah aktif sejak tahun 1936. Sekitar tahun 1939, layanan transportasi darat ikut meramaikan. Bus-bus mulai beroperasi dan menyambung perjalanan melalui jukung. Jukung ini adalah perahu nelayan yang digunakan di Pelabuhan Cupel.

Cupel Hari Ini: Bagian Tak Terpisahkan dari Jembrana

Waktu terus berjalan dan Cupel pun ikut bertransformasi. Peran pelabuhan memang tidak lagi seaktif di masa lalu. Namun, Desa Cupel Bali tetap menjadi daerah yang penting dan bersejarah.

Kini Desa Cupel merupakan bagian dari Kecamatan Negara. Lokasinya berada di Kabupaten Jembrana, Bali, sama seperti desa lain. Meskipun sibuk dengan perkembangan modern, sisa-sisa kejayaan masa lalu masih terasa. Desa ini tetap menyimpan kisah sebagai penghubung dua pulau besar. Sejarah Desa Cupel Jembrana akan selalu menjadi cerita menarik.

Desa Cupel mengajarkan kita arti penting sebuah lokasi. Desa kecil ini ternyata pernah menjadi denyut nadi transportasi. Kisahnya dari hutan belantara hingga pelabuhan utama sungguh menginspirasi. Jadi, kapan kamu akan mengunjungi saksi bisu sejarah di Jembrana ini?. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here