
JEMBRANA, (IJN) – Situasi arus balik pasca hari raya Idul Fitri atau H+2 Lebaran saat ini terpantau mulai ramai lancar. Aktifitas bongkar muat kapal di dermaga Gilimanuk juga berjalan normal. Peningkatan arus balik pemudik mulai terjadi sejak H+1 dan H+2 pada Rabu 2 April 2025.
Dari pantauan, peningkatan arus balik para pemudik dari Jawa ke Bali, didominasi pemudik yang menggunakan roda dua atau sepeda motor dan mobil pribadi. Kembalinya para pemudik lebih awal ini dengan berbagai alasan, seperti yang diungkapkan salah satu pemudik Purnomo asal Banyuwangi, Jawa Timur. Ia harus segera kembali ke Bali karena tuntutan pekerjaan.
“Ia saya harus balik hari ini (Rabu 2/4) besok (Kamis 3/4) sudah harus kerja,” ucapnya singkat.
Pria 46 tahun yang mengaku sebagai sopir ambulans ini telah mendapatkan jadwal kerja untuk membawa jenazah warga di Denpasar, setelah sempat tiga hari menikmati hari raya bersama keluarganya di Jawa. “Besok saya harus kirim jenazah warga di Denpasar,” akunya.
Senada dengan Purnomo, Dela (25) bersama adiknya asal Banyuwangi, juga harus kembali bekerja. “Iya mau gimana lagi, harus kerja besok. Asik saya juga harus kuliah,” ujar Dela, yang mengaku bekerja sebagai guru privat di wilayah Denpasar.
Data produksi ASDP cabang Ketapang Gilimanuk, mencatat mulai ada peningkatan kendaraan masuk Bali. Terhitung sejak Senin hingga Selasa 1 April 2025, tercatat sebanyak 7.908 unit, meningkat dari periode sebelumnya 5004 unit. Jumlah tersebut didominasi roda dua dan roda empat atau mobil pribadi sebanyak 7.394 unit. Sisanya adalah kendaraan truk dan bus.
Sedangkan jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali tercatat sebanyak 34.795 orang. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya sebanyak 24.772 orang, baik di penumpang dalam kendaraan maupun penumpang pejalan kaki.
Manajer PT ASDP Gilimanuk, Ryan Dewangga mengungkapkan, kondisi arus balik sesuai dengan data kendaraan di periode yang sama pada tahun lalu, ada kenaikan yang cukup signifikan, sampai dengan 36 persen. Kenaikan ini, kata dia, juga berbanding lurus dengan kenaikan dari penumpang pejalan kaki di angka 36 persen.
“Betul, jadi kalau kita lihat dari H+1 kenaikannya sudah sangat signifikan di Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk,” katanya.
Untuk kapal yang dioperasikan, lanjut Ryan, hasil kordinasi dengan BPTD Gilimanuk, untuk saat ini kapal yang beroperasi sebanyak 30 kapal.
“Ketika kondisi low (normal), seperti ini, kita masih mengoperasikan 30 kapal. Kemudian ketika ada kepadatan tentunya dari ASDP akan berkordinasi dengan BPTD untuk menambah kapal, dari 30 menjadi normalnya, seperti arus mudik kemarin, kita bisa mengoperasikan menjadi 35 kapal,” jelasnya.
Lonjakan arus balik diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini, mengingat berakhirnya liburan sekolah dan bertepatan dengan weekend.
“Kalau kami prediksi itu di weekend ini, pada H+5 dan H+6, kemungkinan akan terjadi lonjakan yang signifikan dari pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, karena itu adalah mendekati dari berakhirnya liburan dan bertepatan dengan weekend,” pungkasnya. CAK/IJN