Desa Tukadaya Optimis Turunkan Angka Stunting

0
306
Kunjungan Pj Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Ida Mahendra Jaya didampingi Ketua TP PKK Jembrana Ny Candrawati Tamba di Balai Banjar Berawantangi, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jumat, 2 Agustus 2024. Sumber foto : Dok. Infojembrana

JEMBRANA, (IJN) – Desa Tukadaya dipusatkan sebagai kunjungan Pj Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Ida Mahendra Jaya didampingi Ketua TP PKK Jembrana Ny Candrawati Tamba.

Dalam kunjungannya yang digelar di Balai Banjar Berawantangi Desa Tukadaya Melaya, Jumat, 2 Agustus 2024 itu, merupakan bagian dari kolaborasi mempererat sinergi untuk membangun generasi emas bebas stunting dalam Program Berkunjung dan Berbagi.

Berkaitan dengan penanganan stunting di Desa Tukadaya, Perbekel Tukadaya I Made Budi Utama mengatakan dari jumlah balita, secara keseluruhan sebanyak 470 balita. Tercatat hingga Bulan Juni jumlah angka stunting di Desa Tukadaya mencapai 35 balita.

“Awalnya di Desa Tukadaya jumlah stunting sebanyak 80 balita, lalu dilakukan intervensi dan disentuh dengan program program dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten maupun desa. Hasilnya dua tahun terakhirnya penurunan kasus stunting di Tukadaya sudah sangat drastis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Made Budi Utama mengaku banyak pola yang digunakan untuk menurunkan angka stunting.

“Salah satu program yang ada di desa adalah pembinaan atau edukasi kepada pasangan usia subur dan lebih-lebih pada pasangan calon pengantin harus diintervensi sehingga mereka sudah siap. Karena itu pentingnya edukasi sehingga paham, apa yang harus dilakukan dan melahirkan anak yang sehat,” ujarnya menjelaskan.

Selain itu, kegiatan posyandu dilakukan secara rutin dan memberikan penambahan makanan sehat untuk balita yang dilakukan setiap bulan sekali. Kesemuanya itu dilaksanakan sebagai program di Desa Tukadaya sehingga angka stunting dapat ditekan.

Sementara di tempat yang sama Ketua PKK Desa Tukadaya Ni Kadek Ayu Indrayani juga mengatakan Desa Tukadaya dipilih sebagai lokasi kunjungan Pj. Ketua TP PKK Provinsi, karena sebelumnya di Desa Tukadaya jumlah balita berisiko stunting jumlahnya banyak.

“Upaya untuk menekan dan menurunkan angka stunting di Tukadaya, di antaranya kegiatan posyandu yang rutin setiap bulan. Di sana diberikan edukasi terhadap ibu-ibu balita, contohnya memberikan ASI eksklusif dan makanan yang beragam serta bergizi,” ujar Kadek Ayu Indrayani.

Kendati disadari untuk menurunkan jumlah stunting tidak bisa langsung namun perlu sebuah proses. Sekarang ini, secara keseluruhan jumlah stunting di Tukadaya sebanyak 35 balita. Tetapi dia tetap optimis dapat menekan dan menurunkannya. ADV/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here