Jembrana Lockdown Enam Wilayah Akibat Wabah LSD

0
265
Petugas dengan pakaian APD lengkap melakukan pemotongan sapi LSD, sebagai upaya memutus penularan virus di rumah potong hewan (RPH) Jembrana, Rabu 14 Januari 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | ​JEMBRANA – Bali kini dalam status waspada setelah virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol resmi terdeteksi untuk pertama kalinya di Kabupaten Jembrana. Guna memutus rantai penyebaran, Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi memberlakukan kebijakan lockdown di lima desa dan satu kelurahan terdampak.

​Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian, perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengonfirmasi bahwa hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 28 kasus positif dengan rincian 4 ekor sapi mati. Wilayah yang diisolasi meliputi Kecamatan Negara dan Melaya.

​”Tindakan kami yaitu melakukan lockdown daerah kasus. Artinya dilakukan isolasi, sapi di daerah itu tidak boleh keluar. Selain itu, kami lakukan spraying dan desinfeksi secara masif,” tegas Sugiarta saat ditemui usai pemotongan sapi di RPH Jembrana, Rabu 14 Januari 2026.

​Sebagai tindakan darurat, sebanyak lima ekor sapi telah menjalani pemotongan bersyarat di Rumah Potong Hewan (RPH) Jembrana. Sugiarta menjamin bahwa para peternak tidak akan dirugikan karena proses penggantian dana dilakukan sesuai dengan harga pasar.

​Menariknya, kompensasi bagi peternak ini didukung oleh sektor swasta. Gede Artha, seorang pengusaha pengiriman ternak, mengungkapkan bahwa dana ganti rugi tersebut berasal dari donasi patungan para pengusaha pengirim sapi antar pulau di Bali.

​”Inisiatif ini diambil agar petani tidak rugi dan rantai penyebaran segera putus. Jika Bali ditetapkan sebagai daerah terjangkit secara luas, regulasi pengiriman akan semakin mencekik pengusaha,” ujar Gede Artha.

Meski permintaan pasar belum merosot tajam, para pelaku usaha mulai mengeluhkan pengetatan aturan. Sapi dari Jembrana kini wajib melewati uji lab LSD dan hanya diperbolehkan dikirim ke sesama daerah tertular, sehingga akses ke daerah bebas virus tertutup rapat.

​Pemerintah mengimbau seluruh peternak untuk proaktif melaporkan gejala suspek LSD kepada medikvet di tiap kecamatan. Kewaspadaan dini menjadi kunci agar wabah pertama di Bali ini tidak melumpuhkan industri peternakan di pulau tersebut. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here