‘Adu Jangkrik’ Pikap dan Truk Tronton di Tuwed, Satu Orang Tewas

0
211
Kondisi pikap usai adu jangkrik dengan truk tronton di jalur Denpasar Gilimanuk, tepatnya di Banjar Taman, Desa Tuwed, Melaya, Jembrana, Sabtu 5 September 2026. Sumber foto: CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar – Gilimanuk, tepatnya di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu 5 September 2026. Kecelakaan ‘adu jangkrik’ melibatkan pikap dan truk tronton ini terekam kamera dasboard serta mengakibatkan satu orang tewas

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 wita. Kecelakaan melibatkan, truk tronton bernomor polisi (Nopol) S 8395 UP dikemudikan Supari, (48) asal Jombang, Jawa Timur dengan mobil pikap nopol P 8273 VQ dikemudikan Hasan Bisri (51) asal Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kecelakaan bermula dari truk tronton bermuatan beton U-Ditch (beton Drainase) yang bergerak dari arah barat ke timur atau dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat memasuki wilayah Banjar Taman, Desa Tuwed, tiba-tiba dari arah berlawanan atau dari arah Denpasar menuju Gilimanuk melaju pikap putih. Diduga sopir mengantuk, pikap melaju ke kanan dari arah timur, mengambil jalur lawan, sehingga tabrakan tak terhindarkan.

“Tiba tiba aja (pikap) langsung nganan, oleng langsung hantam truk saya. Saya mau bongkar muatan di wilayah Sunset Road, Badung,” tutur, Supari, sopir truk tronton, saat ditemui langsung di lokasi.

Supari yang mengaku masih syok ini, sempat menunjukan rekaman kamera dasboard yang ada di dalam kendaraannya. “Truk saya ada kameranya. Dari rekaman video, pikap itu terlihat tiba-tiba mengambil jalur saya. Tidak bisa menghindar, karena begtu mendadak,” ungkapnya.

Benturan yang sangat keras, sempat mengagetkan warga setempat hingga berhamburan keluar rumah. Kadek Dwipayana (47) warga Tuwed mengira suara keras berasal dari ledakan ban truk yang pecah. Namun setelah keluar jalan, ia melihat truk tronton tengah melintang di tengah jalan depan rumahnya.

“Saya kira ban pecah, suaranya keras sekali. Baru dilihat truk sudah melintang depan rumah. Truk dari barat, pikap dari timur,” jelasnya.

Akibat insiden tersebut, pikap mengalami kerusakan pada bagian depan ringsek. Sementara truk tronton mengalami kerusakan bagian depan kanan, ban depan kanan pecah dan bumper depan pecah.

Insiden tersebut juga sempat membuat arus lalulintas dari dua arah mengalami kemacetan hingga lebih dari 3 kilometer. Satlantas Polres Jembrana, juga telah melakukan olah TKP dan menerapkan pola buka tutup arus lalin.

“Sopir pikap dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke puskesmas 1 Melaya,” jelas Kapolsek Melaya, Kompol Putu Suarmadi, dalam keterangan tertulis. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here