
InfoJembrana.com | JEMBRANA — Seekor anjing yang menyerang dan menggigit tiga warga di Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, resmi dinyatakan positif terjangkit virus rabies. Kepastian ini diperoleh setelah Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar merilis hasil uji laboratorium terhadap sampel otak anjing tersebut pada Minggu pagi 21 Juni 2026.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan bahwa pihak laboratorium memeriksa dua sampel dari wilayah berbeda. Selain sampel dari Desa Tegalbadeng Timur yang dinyatakan positif, satu sampel lain dari Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, menunjukkan hasil negatif.
Merespons situasi darurat ini, pihaknya bergerak cepat merancang langkah krusial guna melokalisasi penyebaran virus mematikan tersebut. Bidang penanganan hewan akan segera menggelar vaksinasi darurat (emergensi) serta opsi eliminasi selektif terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) dalam radius 1 hingga 2 kilometer dari lokasi kejadian.
“Namun, tindakan eliminasi selektif hanya akan dieksekusi berdasarkan koordinasi dan permintaan resmi dari otoritas desa setempat,” ungkapnya.
Di samping penanganan kasus spesifik ini, program penanggulangan jangka panjang melalui vaksinasi massal terus diintensifkan. Berdasarkan data terkini, capaian vaksinasi HPR di Jembrana baru menyentuh angka 20 persen, atau berkisar hampir 9.000 ekor dari estimasi total populasi anjing yang mencapai 40.400 ekor.
Sugiarta menegaskan bahwa sisa target sekitar 32.000 ekor anjing akan dikejar secara masif dengan target penyelesaian penuh pada periode Juli hingga Agustus mendatang.
Guna menyiasati kebutuhan logistik dan operasional, pemerintah daerah telah memastikan ketersediaan stok vaksin berada dalam posisi aman berkat dukungan pasokan dari pemerintah provinsi. Langkah percepatan ini juga melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk pengerahan tenaga medis reguler yang diperkuat oleh jaringan dokter hewan swasta.
Diberitakan sebelumnya, anjing diduga terjangkit virus rabies kembali memakan korban di Jembrana. Kali ini, tiga warga di Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara menjadi korban keganasan anjing gila tersebut. Mirisnya, dua korban merupakan bocah dibawah lima tahun.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, anjing ras jantan berwarna coklat, berumur sekitar 3 tahun ini, terakhir menggigit warga bernama Sodikun (47), pada Senin malam 15 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 wita. Korban digigit pada betis kaki kiri.
“Awal mula itu, saat acara syukuran malam satu suro, kami berkumpul di depan gang rumah, saya lagi ngobrol berdiri, tiba tiba anjing ini menyerang dari belakang dan menggigit kaki. Saat diusir menyerang lagi, saya lempar batu anjing itu langsung lari,” tutur Sodikun saat ditemui langsung di rumahnya, Selasa 16 Juni 2026.
Meski tidak sampai keluar darah, gigitan anjing yang diliarkan pemilik tersebut sempat mengakibatkan kakinya lebam dan bengkak. Sebelumnya, kata Sodikun, anjing yang sama juga menggigit dua korban lainnya yakni Nara (4), dan
Husein (5). Gigitan pada kedua bocah ini diperkirakan terjadi pada Minggu 14 Juni 2026.
“Kejadiannya hari Minggu, jamnya saya kurang tahu, namanya Husein, digigit pada paha kanan sampai luka berdarah. Sebelumnya, anjing itu menggigit Nara, namun tidak terlalu parah,” ucapnya.
Pada Selasa pagi 16 Juni 2026, anjing tersebut ditemukan warga mati di pinggir jalan tidak jauh dari lokasi kejadian gigitan. Mengetahui anjing tersebut mati, korban kemudian segera melaporkan kejadian itu kepada petugas dan langsung ke puskesmas setempat untuk memproleh Vaksin Anti Rabies (VAR).
Sementara itu, bangkai anjing tersebut kemudian diambil sampel otak untuk diuji ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar. Petugas Medikvet Kecamatan Negara drh. I Putu Hendra Jaya Agus, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari ciri ciri kasus gigitan ini, mengarah ke dugaan suspect rabies. Mengingat setelah menggigit korban anjing tersebut ditemukan mati.
“Bahwa memang benar anjing itu mati sendiri. Sampel sudah diambil dan akan dilakukan uji lab untuk memastikan positif rabies atau tidak,” pungkasnya. CAK/IJN

