Cuaca Buruk di Selat Bali, Hasil Tangkapan Nelayan Pengambengan Turun Drastis

0
29
Situasi di Dermaga Perikanan Pengambengan, Jembrana pada Jumat 22 Mei 2026. Sumber Foto : JA/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas nelayan di pesisir Pengambengan, Kabupaten Jembrana, menurun drastis. Angin kencang dan gelombang tinggi memaksa para nelayan membatasi aktivitas melaut demi keselamatan.

Kondisi laut yang tidak stabil membuat sebagian besar nelayan memilih tetap berada di pesisir. Bagi perahu berukuran sedang, risiko diterjang angin kencang dinilai terlalu berbahaya jika memaksakan diri menuju tengah laut.

Selain hasil tangkapan yang merosot, jenis ikan yang diperoleh pun semakin terbatas. Saat ini, nelayan hanya mampu membawa pulang ikan tongkol, sementara ikan lemuru yang biasanya menjadi hasil utama nelayan Pengambengan tidak muncul selama tiga bulan terakhir.

Muklis, salah satu nelayan Pengambengan, mengaku penurunan hasil tangkapan sangat terasa.

“Anginnya besar, jadi kami tidak berani jauh melaut. Sekarang paling dapat tongkol saja. Lemuru sudah tiga bulan tidak ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan musim normal.

“Biasanya kapal bisa membawa pulang sampai 10 ton. Sekarang dapat satu setengah ton saja sudah syukur. Turunnya memang terasa sekali,” jelasnya.

Dampak cuaca buruk juga terlihat di TPI Pengambengan yang tampak lebih lengang akibat berkurangnya pasokan ikan dari tengah laut.

Sambil menunggu cuaca membaik, para nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jukung, jaring, hingga mesin perahu agar siap digunakan kembali saat kondisi laut kembali stabil.

Para nelayan berharap cuaca segera kembali normal sehingga mereka dapat melaut secara optimal dan memulihkan pendapatan keluarga yang sempat menurun. JA/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here