Bukan Pelecehan, Chat Viral Guru-Siswi Hanya Mabar

0
52
Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat meluruskan polemik percakapan (chat) antara oknum guru dan siswi yang sempat viral di media sosial. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Kantor Kesbangpol Jembrana, Kamis 30 April 2026, dipastikan bahwa isu kekerasan seksual tersebut adalah murni kesalahpahaman. Sumber foto : Ist/IJN.

​InfoJembrana.com | JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat meluruskan polemik percakapan (chat) antara oknum guru dan siswi yang sempat viral di media sosial. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Kantor Kesbangpol Jembrana, Kamis 30 April 2026, dipastikan bahwa isu kekerasan seksual tersebut adalah murni kesalahpahaman.

​Rakor yang diinisiasi oleh KPAD Provinsi Bali ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari Disdikpora, Kominfo, hingga Unit PPA Polres Jembrana. Pertemuan ini bertujuan untuk menjernihkan informasi yang telanjur simpang siur di tengah masyarakat.

​Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, menegaskan hasil investigasi lapangan menunjukkan tidak adanya unsur pidana. Percakapan tersebut ternyata membahas ajakan bermain game online Mobile Legends (ML), mengingat sang guru merupakan pembina ekstrakurikuler E-Sport.

​”Kami tidak menemukan unsur pidana kekerasan seksual. Istilah seperti ‘saya sudah di kamar’ atau ‘siap’ merujuk pada kesiapan bermain game dari rumah masing-masing, namun dikonotasikan berbeda oleh orang awam,” jelas AKP Alit Darmana.

​Lebih lanjut, kepolisian menemukan bukti bahwa tangkapan layar yang beredar telah disunting oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan tambahan stiker dan emoji yang provokatif. Meski demikian, polisi tetap akan mendalami kasus ini jika ditemukan indikasi tindak pidana di kemudian hari.

Menanggapi kegaduhan ini, Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, mengumumkan langkah tegas terkait penggunaan ponsel di lingkungan sekolah. Siswa kini diwajibkan mengumpulkan gawai di loker khusus saat jam pelajaran dan dilarang menggunakannya saat istirahat untuk mencegah pembuatan konten atau meme yang tidak pantas.

​Di sisi lain, Plt. Kadis Kominfo Jembrana, Made Cipta Wahyudi, menekankan pentingnya parenting digital. Ia mendorong orang tua untuk mengaktifkan fitur parental control pada ponsel anak guna memantau aktivitas digital mereka.

​Rakor ditutup dengan komitmen bersama untuk menggencarkan literasi digital di sekolah, yang mencakup etika, budaya, keamanan, dan keterampilan digital demi menjaga iklim pendidikan di Jembrana tetap kondusif. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here