VIRAL! Mabes Polri Gerebek Dua Kafe di Denpasar, Dugaan Peredaran Narkoba Jadi Sorotan

0
46
VIRAL! Mabes Polri Gerebek Dua Kafe di Denpasar, Dugaan Peredaran Narkoba Jadi Sorotan. (ist).

InfoJembrana.com | DENPASAR- Tim Bareskrim Mabes Polri melakukan penggerebekan besar-besaran pada dua tempat hiburan malam ternama di Kota Denpasar Kamis (2/4/2026) dini hari kemarin. Operasi senyap tersebut menyasar Living Cafe di Denpasar Barat serta Delona Cafe yang berlokasi di kawasan Denpasar Selatan. Petugas kepolisian langsung memasang garis polisi setelah menggeledah seluruh ruangan dan mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat.

“Living dan Delona ini dikendalikan satu bandar besar yang beroperasi sangat rapi di balik layar,” ujar seorang sumber internal kepolisian pada Kamis, 2 April 2026, dilansir dari berbagai sumber.

Personel Mabes Polri bergerak secara mandiri tanpa melibatkan aparat kepolisian daerah maupun polsek setempat dalam operasi tersebut. Langkah taktis ini memicu spekulasi mengenai tingkat kepercayaan antarkesatuan dalam memberantas jaringan barang haram di Pulau Dewata. Petugas masuk ke lokasi pertama sekitar pukul satu dini hari dan langsung menyisir setiap sudut ruangan kafe.

“Keren Bareskrim Polri sikat habis narkoba di Bali, tapi Polda Bali justru terkesan kecolongan beruntun,” tambah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

Dalam penggerebekan di Living Cafe, polisi berhasil menyita ribuan butir ekstasi yang diduga kuat siap edar kepada para pengunjung. Petugas juga membawa manajer kafe, beberapa pelayan, serta sejumlah tamu untuk menjalani pemeriksaan intensif lebih lanjut. Barang bukti dalam jumlah fantastis tersebut kini telah berpindah tangan ke tim penyidik pusat guna pengembangan kasus.

“Jumlah barang bukti memang belum pasti,” tutur saksi mata.

Tim kemudian melanjutkan pergerakan menuju Delona Cafe di Jalan Taman Pancing sekitar pukul empat subuh untuk melakukan upaya paksa. Di lokasi kedua ini, polisi kembali mengamankan lima orang yang terdiri dari unsur manajemen hingga oknum pengunjung kafe. Operasi tersebut merupakan puncak dari pengintaian panjang selama berhari-hari oleh anggota intelijen Mabes Polri yang menyamar.

“Anggota Mabes Polri sudah beberapa hari ini menyamar sebagai tamu guna memesan barang narkotika tersebut,” ungkap seorang informan di lapangan kepada media.

Dugaan keterlibatan orang dalam seperti kasir dan pelayan semakin menguat seiring dengan temuan pola distribusi di kedua kafe. Jaringan ini disinyalir mendapat pasokan rutin dari seorang residivis kasus narkotika yang baru saja menghirup udara bebas. Fakta ini menunjukkan betapa kuatnya cengkeraman mafia obat terlarang dalam memanfaatkan tempat hiburan malam sebagai kedok bisnis.

“Keterlibatan orang dalam jelas terlihat mulai dari pelayan, kasir, hingga tingkat manajer di kedua tempat,” jelas sumber tersebut. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here