Proyek Tol Gilimanuk Mengwi Dilelang Ulang, Pemerintah Targetkan Investor Baru

0
12
Kondisi lintasan jalan tol Gilimanuk-Mengwi di lahan milik provinsi Bali, wilayah Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Sumber foto: CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Kementerian Pekerjaan Umum memutuskan untuk segera menggelar kembali proses lelang proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Pulau Bali. Langkah strategis ini muncul setelah paket pekerjaan sebelumnya gagal mendapatkan mitra investor yang memiliki ketahanan finansial secara mumpuni. Pemerintah kini melakukan penataan ulang skema investasi guna meningkatkan daya tarik serta kelayakan ekonomi bagi badan usaha pemenang lelang nanti.

“Proses lelang ulang saat ini sudah memasuki tahap penyusunan kembali dokumen kriteria kesiapan agar pelaksanaan lelang berjalan lebih matang,” ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Wilan Oktavian, dalam keterangan resminya, Rabu, 18 Februari 2026, dilansir dari berbagai sumber.

Otoritas jalan tol kini sedang menata ulang lingkup proyek serta tahapan pembangunan konstruksi fisik secara lebih komprehensif. Pemerintah memastikan bahwa pembangunan jalan bebas hambatan ini akan berlangsung secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lalu lintas aktual masyarakat. Evaluasi menyeluruh terhadap aspek finansial menjadi prioritas utama agar kejadian gagal bayar atau kendala pendanaan tidak terulang kembali.

“Kami melakukan penataan ulang lingkup proyek ini secara strategis untuk memperkuat daya tarik investasi bagi para calon badan usaha,” kata Wilan.

Proyek ambisius ini sebelumnya sempat terhenti karena pihak pengembang lama tidak mampu memenuhi kewajiban pembiayaan hingga batas waktu. Perjanjian pengusahaan jalan tol tersebut resmi berakhir pada pertengahan tahun lalu setelah target pembebasan lahan juga menemui jalan buntu. Meskipun sempat mengalami hambatan administratif namun pemerintah pusat tetap memasukkan proyek ini ke dalam daftar prioritas pembangunan nasional.

“Pemerintah tetap menjadikan ruas tol ini sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan aturan terbaru dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,” tuturnya.

Jalan tol kedua di Pulau Dewata ini akan membentang sepanjang sembilan puluh enam kilometer melintasi tiga kabupaten yang berbeda. Rute panjang tersebut mencakup wilayah Kabupaten Jembrana serta Tabanan hingga berakhir pada titik simpul transportasi di Kabupaten Badung. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh logistik serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara lebih merata.

“Kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Bali serta memperlancar distribusi barang dan jasa bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Konstruksi jalan tol terpanjang di Bali ini terbagi menjadi tiga seksi utama dengan karakteristik medan yang cukup beragam. Seksi pertama menghubungkan Gilimanuk menuju Pekutatan sementara seksi terakhir akan menyambungkan wilayah Soka dengan kawasan pusat Mengwi. Pemerintah juga tetap mengakomodasi kearifan lokal melalui penyediaan jalur khusus bagi pengguna kendaraan roda dua di sepanjang rute.

“Pembangunan tol ini terbagi menjadi tiga seksi utama yang menghubungkan titik ekonomi penting dari ujung barat hingga tengah Bali,” ucap Wilan.

Seluruh elemen pemerintah berharap proses lelang ulang ini dapat menarik minat perusahaan infrastruktur besar baik dari dalam maupun luar negeri. Keberadaan investor yang solid menjadi kunci utama agar realisasi pembangunan fisik dapat berjalan sesuai jadwal pada tahun mendatang. Dampak ekonomi jangka panjang akan terasa sangat nyata bagi warga Bali seiring dengan terciptanya pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kami berharap proyek ini segera menemukan mitra investor yang memiliki komitmen kuat untuk merealisasikan pembangunan sesuai rencana awal,” pungkas Wilan. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here