
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Petugas gabungan di Kelurahan Gilimanuk bergerak cepat mengantisipasi potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) jelang bulan suci Ramadhan. lima pemuda bergaya “anak punk” yang kedapatan tidur di pemukiman warga di Lingkungan Asri Barat, diamankan petugas, Rabu 11 Februari 2026.
“Penertiban ini adalah bentuk deteksi dini dan antisipasi gangguan Kamtibmas. Kita ingin memastikan lingkungan tetap aman dan nyaman menjelang Ramadan,” ujar Lurah Gilimanuk, IB. Tony Wirahadikusuma, saat dikonfirmasi.
Lurah Tony menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan situasi wilayah tetap kondusif bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa.
Dijelaskan, kelima pemuda tersebut diketahui tiba dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 02.00 WITA dan menumpang di kediaman salah satu warga bernama Herik. Berdasarkan hasil pendataan, mereka berasal dari berbagai daerah seperti Gresik, Blitar, Lubuklinggau, dan Banyumas.
Meski mengantongi identitas resmi (KTP dan KK), para pemuda ini mengaku hendak menuju daerah Ubud, Gianyar, untuk mencari kerja tanpa membawa bekal finansial yang memadai. Adapun kelima warga tersebut berinisial, DIM (21), asal Gresik, FS (23), asal Blitar, RS (31) asal Lubuklinggau, AKD (22) asal Gresik dan DN (38) asal Banyumas.
Mirisnya, beberapa di antaranya diketahui merupakan “pemain lama” yang sebelumnya pernah dipulangkan ke daerah asal namun kembali mencoba masuk ke Bali. Untuk proses lebih lanjut, kelima pemuda tersebut dikawal menuju pos pemeriksaan KTP guna pendataan intensif sebelum dipulangkan kembali ke daerah asal mereka. CAK/IJN

