Gubernur Koster Instruksikan Arak Bali Masuk Etalase Utama Bandara Ngurah Rai

0
15
Gubernur Bali Wayan Koster instruksikan penyediaan etalase khusus Arak Bali di Bandara Ngurah Rai guna saingi brand miras dunia dan bela petani.

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Gubernur Bali Wayan Koster meminta untuk memperkuat posisi minuman tradisional lokal di gerbang internasional Pulau Dewata. Ia menginstruksikan pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai agar menyediakan etalase khusus bagi produk Arak Bali. Kebijakan pemerintah daerah dalam mempromosikan kekayaan budaya dianggap sebagai tindakan nyata sekaligus meningkatkan nilai jual produk kerakyatan di mata dunia.

“Produk lokal kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri terutama pada pintu masuk utama pariwisata Bali,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Pemerintah Provinsi Bali ingin memastikan agar setiap wisatawan mancanegara dapat dengan mudah mengakses hasil kerajinan tangan para perajin lokal. Penempatan produk pada lokasi paling strategis di bandara akan mengubah citra minuman tradisional menjadi komoditas yang jauh lebih berkelas. Langkah besar ini sekaligus menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi marhaen yang selama ini menjadi pondasi kuat masyarakat Bali.

“Arak Bali tidak boleh kalah kelas jika kita bandingkan dengan minuman impor mancanegara seperti Whisky ataupun Brandy,” tegasnya.

Gubernur meminta pihak Angkasa Pura satu untuk segera memfasilitasi ruang pamer yang representatif bagi para pelaku UMKM arak di Bali. Sebagai wajah pertama Pulau Dewata, bandara harus menonjolkan keunikan tradisi Bali melalui produk-produk unggulan yang sudah memiliki sertifikasi resmi. Kerja sama yang erat antara pemerintah dan pengelola bandara menjadi kunci utama keberhasilan program perlindungan minuman fermentasi lokal ini.

“Bandara merupakan etalase utama yang mencerminkan kekayaan budaya serta kekuatan ekonomi rakyat Bali kepada mata dunia,” tuturnya.

Instruksi ini merupakan langkah lanjutan dari implementasi Peraturan Gubernur Nomor 1/2020 yang ia terbitkan. Regulasi tersebut memberikan payung hukum yang sangat kuat bagi tata kelola serta perlindungan minuman destilasi khas Bali. Dengan adanya legalitas yang jelas, para petani tradisional kini dapat memproduksi arak dengan standar mutu yang jauh lebih terjamin dan aman.

“Kita harus memutus rantai distribusi yang tidak sehat agar keuntungan maksimal jatuh ke tangan para petani kita,” jelas Gubernur asal Buleleng itu.

Gubernur mensyaratkan agar setiap produk yang masuk ke etalase bandara wajib memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tampilan botol dan label kemasan juga harus dibuat secara elegan agar mampu memikat perhatian para pelancong dari berbagai negara. Standardisasi mutu yang tinggi akan membuat Arak Bali mampu bersaing secara head-to-head dengan minuman keras impor di hotel-hotel berbintang.

“Kualitas rasa dan tampilan botol harus memiliki standar internasional supaya bisa bersaing dengan merek minuman global lainnya,” imbuhnya.

Wayan Koster terus mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Bali untuk memprioritaskan penggunaan arak sebagai bahan dasar minuman koktail. Semangat mencintai produk dalam negeri ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang sehat dan mandiri bagi masyarakat lokal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, Arak Bali kini siap melangkah jauh menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan dari Indonesia.

“Mari kita bangun kesadaran bersama untuk mencintai dan menggunakan produk hasil karya tangan rakyat kita sendiri,” pungkasnya. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here