Muhammad Nashrullah Wajah Puisi MANSAJA, Setahun Dipenuhi Penghargaan Seni Sastra

0
104
Muhammad Nashrullah, siswa MANSAJA saat mengikuti beberapa lomba tingkat nasional maupun lokal Bali. Sumber Foto : MANSAJA/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Di balik deretan prestasi yang ditorehkan siswa-siswi MAN 1 Jembrana (MANSAJA), terselip satu nama yang kerap muncul di bidang seni sastra, khususnya puisi. Muhammad Nashrullah bukanlah sosok asing di berbagai ajang lomba seni sastra.

Berulang kali, ia berhasil mengharumkan nama Bali khususnya MANSAJA di kancah nasional melalui lomba baca dan tulis puisi. Beberapa piala juara 1 dan 2 berasal dari kampus ternama Indonesia di antaranya UGM, UNY, IPB, UNDIP, serta kampus negeri dan lembaga swasta penyelenggara lainnya hingga total lebih dari 12 penghargaan terkumpul mulai tahun 2025 hingga saat ini.

Ketertarikannya pada dunia puisi telah tumbuh sejak ia duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Bagi Nashrullah, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan media untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman batin.

“Bakat membaca puisi ini muncul ketika saya sering mengikuti lomba baca puisi waktu MI. Kemudian saya merasa puisi adalah bakatku,” ujarnya.

Keberhasilannya selama ini tak lepas dari binaan Dian Fajriya, S.Pd, salah satu guru MANSAJA.

“Saya sangat suka dengan cara Nasrullah saat membaca puisi. Dia tidak sekadar membacakan, tetapi menghidupkannya. Penghayatannya terasa tenang namun menghunjam dan jeda-jeda yang ia pilih selalu tepat. Ekspresinya tidak berlebihan, tetapi justru itulah ciri khasnya—tulus, matang, dan mampu membuat pendengar ikut larut,” tutur Dian saat ditemui Minggu (1/2/2026)..

Menurutnya, dalam seni sastra, khusus puisi, Nasrullah mampu melahirkan prestasi luar biasa, karena lebih dari sepuluh kali meraih juara dalam waktu setahun termasuk awal tahun ini. Teranyar, Nasrullah keluar sebagai juara 1 ajang Lomba Baca Puisi Pharmacy Funtastic Event Vol.4 tingkat Nasional jenjang umum yang digelar Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan, Medan Sumatera Utara, 30 Januari 2026 lalu.

“Ini bukti bahwa konsistensi dan kecintaannya, pada seni sastra,” tegas Dian. Dia merasa bangga bukan hanya karena prestasinya, tetapi karena sikap rendah hati dan semangat belajarnya yang tak pernah padam. “Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi MANSAJA lainnya untuk terus berani bermimpi dan berproses,” harapnya.W-003. MANSAJA/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here