Arus Utama Kripto, 60 Persen Bank Raksasa Amerika Serikat Siap Adopsi Bitcoin?

0
42
Pendiri bursa kripto raksasa Binance Changpeng Zhao memaparkan visi strategisnya mengenai masa depan aset digital dunia tahun ini

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Lebih dari separuh institusi perbankan terbesar di Amerika Serikat kini mulai membuka diri terhadap penggunaan aset kripto dalam ekosistem layanan keuangan mereka. Laporan terbaru dari perusahaan layanan keuangan Bitcoin, River, mengungkapkan bahwa enam puluh persen dari dua puluh lima bank raksasa telah menawarkan layanan terkait mata uang digital. Perubahan kebijakan ini menandai pergeseran paradigma industri perbankan konvensional yang sebelumnya sangat tertutup terhadap perkembangan teknologi blockchain dan aset kripto.

“Enam puluh persen dari dua puluh lima bank terbesar yang beroperasi di Amerika Serikat telah terlibat dalam layanan perdagangan maupun kustodian Bitcoin,” dirangkum dari berbagai sumber.

Sikap positif para petinggi bank global tersebut juga terkonfirmasi melalui pertemuan World Economic Forum yang berlangsung di Davos pada Januari tahun ini. Sejumlah eksekutif perbankan kini memandang aset kripto bukan lagi sebagai ancaman melainkan sebuah peluang bisnis yang bersifat sangat eksistensial bagi masa depan. Transformasi ini menghapus citra negatif perbankan Amerika yang sebelumnya dituding melakukan pembatasan akses bagi perusahaan penyedia aset digital.

“Sebagian besar CEO bank yang saya temui justru sangat pro terhadap kripto dan melihatnya sebagai sebuah peluang bisnis yang strategis,” ujar CEO bursa kripto Coinbase saat menceritakan hasil diskusinya dengan para pimpinan bank kelas dunia di Swiss.

Data dari River mencatat bahwa tiga dari empat bank terbesar di Negeri Paman Sam tersebut sudah resmi memiliki keterlibatan dalam layanan Bitcoin. Bank raksasa asal Swiss yakni UBS juga mulai menjajaki penyediaan layanan perdagangan aset digital bagi nasabah kaya yang memiliki profil risiko tinggi. Tren adopsi ini menunjukkan bahwa mata uang kripto semakin mendekati arus utama sistem keuangan global seiring dengan tingginya permintaan pasar.

“Salah satu CEO bank global sepuluh besar menyebut aset kripto sebagai prioritas nomor satu dan merupakan isu yang bersifat sangat eksistensial,” tutur narasumber tersebut saat menekankan urgensi adaptasi teknologi digital bagi keberlangsungan bisnis perbankan konvensional saat ini.

Meskipun demikian tidak semua bank besar di Amerika Serikat setuju untuk langsung terjun ke dalam bisnis mata uang kripto yang sangat fluktuatif. Bank of America sebagai bank terbesar kedua hingga saat ini masih belum mengumumkan rencana penyediaan layanan perdagangan aset digital bagi nasabahnya. Dua institusi besar lainnya yakni Capital One dan Truist Bank juga memilih untuk tetap berada di luar ekosistem Bitcoin untuk sementara waktu.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah inovasi digital tetap mengutamakan aspek keamanan serta kenyamanan bagi setiap nasabah perbankan di seluruh dunia,” jelasnya.

Penerimaan yang meluas ini diperkirakan akan memicu peningkatan nilai transaksi aset digital secara masif pada bursa kripto internasional dalam beberapa bulan kedepan. Para investor institusi kini mulai menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang guna menjaga portofolio kekayaan mereka. Sinergi antara perbankan tradisional dan teknologi keuangan digital menjadi kunci utama bagi terciptanya sistem ekonomi masa depan yang lebih inklusif. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here